PELENGKAP KIDUNG JEMAAT (PKJ) – I


Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)

PKJ No. 001  ABADI TAK NAMPAK

Syair: Immortal, Invisible, Walter Chalmers Smith, 1867,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1987,
Lagu: Tradisional Inggris (Wales)

do = g   3 ketuk

(1) Abadi tak nampak, yang Mahaesa,
Yang tak terhampiri, terang takhtaNya,
Yang dalam PutraNya, telah dikenal,
BagiNyalah hormat dan kuasa kekal.

(2) Ibarat cahaya, berkarya tenang,
Wibawa rajawi, kekal Kau pegang.
Teguh bagai gunung keadilanMu,
Dan awanMu sarat dengan kasihMu.

(3) Engkaulah yang hidup, kekal slamanya;
Segala yang hidup, Engkau Dasarnya.
Terbataslah hidup, bagaikan kembang;
Engkau surya hidup yang tak terbenam.

(4) Ya Bapa, Pencipta segala terang,
Dipuji malaikat, di sorga cerlang;
Pun kami memuji, pun kami sembah,
Engkau yang bertakhta, di cahya baka.PKJ No. 002  MULIA, MULIA NAMANYA

Syair dan lagu: Majesty, Jack William Hayford, 1934,
Terjemahan: Yamuger, 1998/2003,
(c) Rocksmith Music, 1982

do = g   4 ketuk

(1) Mulia, mulia namaNya.
Bagi Yesus kemuliaan, puji, sembah!
Mulia, kekuasaanNya
Memb’ri berkat bagi jemaat,
Bersyukurlah!

(2) Pujilah, tinggikanlah Rajamu Yesus.
Dialah selamanya Sang Raja benar!
Mulia, mulia namaNya!
Sang Penebus, Mahakudus, Mahabesar.

PKJ No. 003  AJAIB NAMANYA

Syair dan Lagu: His Name Is Wonderful, Audery Mieir 1959,
Terjemahan: Yamuger, 1998,
© Manna Music, Inc.

do = f   3 ketuk

Ajaib namaNya, Ajaib namaNya,
Ajaib namaNya, Yesus Tuhan!
Raja Mahabesar, Penguasa Semesta,
Ajaib namaNya, Yesus Tuhan!

Gembala Agung dan Juruselamat,
Allah Mahakuasa, Sembahlah Dia,
Kasihi Dia, Ajaib namaNya,
Yesus Tuhan!

PKJ No. 004  ANGKATLAH HATIMU  PADA TUHAN

Syair dan Lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998

la = d   4 ketuk

(1) Angkatlah hatimu pada Tuhan,
bunyikan kecapi dan menari.
Jangan lupa bawa persembahan.
Mari kawan, Ajak teman
bersama menyembah.

Refrein:
Sorak-sorak, sorak Haleluya!
Mari, mari, mari, nyanyilah
Pujilah Tuhan yang Mahakudus.
Mari kawan, ajak teman
bernyanyilah terus.

(2) Janganlah mengaku anak Tuhan
Jika engkau mengeraskan hati
Jadilah pelaku firman Tuhan
Mari kawan, ajak teman
bersama menyembah.

PKJ No. 005  Bersoraklah dan Puji Tuhan

Syair dan Lagu: Helene Salamate Joseph

do = bes   4 ketuk

Bersoraklah dan puji Tuhan, hai manusia;
DicurahkanNya bagimu Berkat Karunia.
Serahkanlah seluruh jiwa, juga ragamu
Menjadi kurban syukurmu kepada Tuhanmu.

PKJ No. 006 BERSORAKLAH, HAI ALAM SEMESTA

Judul asli: Let All the World in Every Corner Sing,
Syair: George Herbert, 1593 – 1633,
Terjemahan: Yamuger, 1992,
Lagu: Robert G. Mc. Cutchan, 1934

do = d   4 ketuk

(1) Bersoraklah, hai alam semesta: “Kau Allahku!”

Dilangit bergema pujian yang megah,

dan bumipun penuh pujian yang merdu,

Bersoraklah, hai alam semesta: “Kau Allahku!”

(2) Bersoraklah, hai alam semesta: “Kau Rajaku!”

Gereja bersyukur, bermadah, bermazmur;

dihati umatnya pujian menggema.

Bersoraklah, hai alam semesta: “Kau Rajaku!”

PKJ N0. 007 BERSYUKURLAH PADA TUHAN

Syair dan Lagu: Jerry T. Silangit, 1995

do = c   4 ketuk

(1) Bersyukurlah pada Tuhan, se_rukanlah namaNya!

Bernyanyilah bagi Tuhan, mari bermazmurlah!

(2) Hatiku siap, ya Tuhan, bernyanyi dan bermazmur,

kar’na Engkau Maha baik, setia dan benar.

(3) Aku hendak mengagungkan Allahku dan Rajaku,

Dan memulia_kan namaNya untuk selamanya.

Refrein :

Pujilah Tuhan, hai jiwaku, pujilah namaNya.

Aku hendak bernyanyi seumur hidupku.

PKJ N0. 008 BUKALAH GAPURA INDAH

Syair: Tut mir auf die schone Pforte, Benjamin Schmolck, 1732,
Terjemahan: Yamuger, 1998,
Lagu: Joachim Neander, 1680

do = bes   4 ketuk

(1) Bukalah gapura indah aku masuk rumahMu,

agar aku bahagia, jiwaku  tenang teduh

dan kupandang wajahMu dalam cahýa mulia.

(2) KepadaMu aku datang: o, Tuhanku datanglah!

Ditempat Engkau berada, sorgapun disitulah.

Masuklah dihatiku, jadikanlah rumahMu!

(3) Saat aku, menghadapMu, sucikanlah diriku.

agar doa dan nyanyian berkenan kepadaMu.

Angkatlah roh dan jiwaku sampai kehadiratMu.

(4) Buat aku tanah subur dan hatiku bukalah,

agar tumbuh yang Kau tabur dan berlimpah hasilnya.

Budiku terangilah, firmanMu tanamkanlah.

(5) Dan kuatkanlah percaya dalam hati anakMu,

agar Iblis tak berdaya meruntuhkan imanku.

Tuhan, hanya firmanMu bintang pandu hidupku.

(6) Berbicaralah, Tuhanku, aku siap mendengar;

dan nyatakan kehendakMu, Sumber Hayat yang bena.

Dalam susah yang pedih roti surga Kau beri.

PKJ No. 009 DENGAN MALAIKAT, ANGKATLAH

Syair: Come, let us join our cheerful songs, Isaac Watts (1674 – 1748), berdasarkan Wahyu 5:12
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1996,
Lagu: T. Jarman (1782 – 1862)

do = g   4 ketuk

(1) Dengan malaikat, angkatlah, nyanyian mulia,

nyanyian mulia; berlaksa-laksa suaranya.

Pujian, pujiannya esa, pujiannya esa, pujiannya esa.

(2) Sang Anak domba tersalib disorga disembah,

disorga disembah. Diapun layak diberi pujian,

pujian dunia, pujian duni_a, pujian dunia.

(3) Layak padaNya diberi pujian semesta, pujian semesta.

Kuasa dan hormat tak henti selamanya,

selama-lamanya, selama-lamanya, selama-lamanya,

(4) Makhluk semua, marilah memuji yang Kudus,

Memuji yang Kudus: Sang Bapa yang dikhtaNya

dan Yesus, dan Yesus Penebus, dan Yesus Pene_bus,

dan Yesus Penebus.

PKJ No. 010 DENGAN SEMARAK MAJULAH

Syair: Ride On, Ride On in Majesty!, Henry H. Milman (1791 – 1868),
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1999,
Lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1999

do = bes   4 ketuk

(1) Dengan semarak majulah,

de_ngar “Hosana” bergema;

Mesias, lihat umatMu

menghias perja_lananMu.

(2) Dengan semarak majulah,

berlagak tulus merendah.

Berawal jalan jayaMu

melawan daya seteru.

(3) De_ngan semarak majulah,

Engkau ditunggu dimezbah.

Para malaikat tercengang

Melihat cara Kau menang.

(4) Dengan semarak majulah,

menuju bukit Golgota.

Dengan wafatMu disalib,

Kau, Tuhan, Raja Abadi!

PKJ No. 011 INILAH HARI MINGGU

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998

do = d   6 ketuk (2 x 3)

(1) Inilah hari Minggu hari Tuhan yang kudus.

semu_a orang percaya bergegas datang kerumahNya.

(2) Mari datang padaNya, menyembah serta sujud.

Mari, datang bersyukur atas kasih karuniaNya.

(3) Bi_arlah firman Tuhan membentuk hidup kita

menyatakan kasihNya keseluruh penjuru dunia.

Refrein :

Dengarkanlah pangilanNya, Yesus mengundang engkau.

Marilah, orang percaya, marilah, datang seg’ra.

PKJ No. 012 KAMI MULIAKAN NAMAMU

Syair dan lagu: We Will Glory, Twila Paris, 1982
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = d   3 ketuk

(1) Kami muliakan namaMu, Maha raja semesta.

Anak domba yang tersembelih, Kau yang ada s’lamanya.

(2) Kami sujud dihadapanMu, Kau yang Maha mulia:

Hanya kepadaMu yang Kudus, kami sujud menyembah.

(3) Raja sorga, Raja dunia, bumi, la_ut dan isinya.

Kaulah Raja alam semesta, Kau yang Maha mulia!

(4) Haleluya bagi namaMu, Maha raja semesta.

Anak domba yang tersembelih, bagiMu Haleluya!

PKJ No. 013 KITA MASUK RUMAHNYA

Syair dan Lagu: We Have Come Into His House, Bruce Ballinger, 1976,
Terjemahan: Yamuger, 1998,

do = es   4 ketuk

(1) Kita masuk rumahNya, berkumpul menyembah kepadaNya.

Kita masuk rumahNya, berkumpul menyembah kepadaNya.

Kita masuk rumahNya, berkumpul menyembah Kristus,

menyembah Kristus Tuhan.

(2) Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepadaNya.

Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepadaNya.

Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepada Kristus,

menyembah Kristus Tuhan.

PKJ No. 014 KUNYANYIKAN KASIH SETIA TUHAN

Syair dan Lagu: I Will Sing Of The Mercies Of The Lord, J. H. Filmore 19, Berdasarkan Mazmur 89:1, Terjemahan: Yamuger, 1999

do = c   4 ketuk

Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, selamanya.

Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya,

kunyanyikan s’lamanya.

Kututurkan tak jemu kasih setiaMu,

Tuhan; kututurkan tak jemu

kasih setiaMu turun temurun.

PKJ No. 015 KUSIAPKAN HATIKU, TUHAN

Syair dan Lagu: Hank Samuel
Disesuaikan oleh: Yamuger, 1999

do = g   4 ketuk

Kusiapkan hatiku, Tuhan, menyambut firmanMu, saat ini.

Aku sujud menyembah Engkau dalam hadiratMu, saat ini.

Curahkan pengurapanMu kepada umatMu saat ini.

Kusiapkan hatiku, Tuhan, mendengar firmanMu.

FirmanMu, Tuhan. tiada berubah,

sejak semulanya dan s’ lama-lamanya tiada berubah.

FirmanMu, Tuhan, penolong hidupku,

Kusiapkan hatiku, Tuhan, menyambut firmanMu.

PKJ No. 016 MARI KAWAN-KAWAN, NYANYI GEMBIRA

Syair dan lagu: Come on, everybody, sing a song of joy
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = f   4 ketuk

Refrein:

Mari, kawan-kawan, nyanyi gembira,

gembira mengikuti bunyi lagunya.

Mari, kawan-kawan, nyanyi gembira,

Supaya isi dunia mendengarkannya.

(1) Nyanyikan kasih Yesus

Gaungkan sukaNya

Maklumkan nama Yesus.

Mari, kawan-kawan, nyanyi gembira!

(2) Suka bagai t’rang surya,

suka bagai embun,

suka bagai pelangi,

mari, kawan-kawan, nyanyi gembira!

PKJ No. 017 MARI KITA PUJI

Syair dan lagu: Mai Ita Longe, Fridel Eduard Lango, 1996 (Irama Sasando,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = d   4 ketuk

(1) Mari kita puji, kita muliakan Tuhan!

Mari kita sujud mengagungkan kuasaNya!

Besarkan namaNya dikerajaanNya,

kasih setiaNya abadi dan kekal.

Sampai selamanya, Haleluya!

Sampai selamanya, Haleluya!

(2) Mari kita puji, kita muliakan Tuhan!

Janganlah lupakan berkat dan anugerahNya.

Sepanjang hidupmu bersyukurlah terus,

jadilah kau berkat bagi sesamamu.

PimpinanNya tetap, Haleluya!

PimpinanNya tetap, Haleluya!

Refrein :

Sorak-sorai jagad raya,

soraklah, isi dunia!

Pujilah Haleluya!

PKJ No. 018 MARI MASUK KE RUMAHNYA

Syair: Nyoman Yohanes
Lagu: Gerhad Gerre

do = f   4 ketuk

Mari masuk kerumahNya! Mari masuk kerumahNya,

Tuhan menunggu dirumahNya! Tuhan menunggu dirumahNya!

Tuhan menunggu, Tuhan menunggu kita masuk kerumahNya.

PKJ No. 019 MARI SEMBAH

Syair dan Lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998

do = d   4 ketuk

(1) Mari sembah Allah yang akbar. Agungkanlah!

KaryaNya besar. Allah berkuasa di atas isi dunia.

Patutlah semua memuji namaNya.

Mari sembah Allah yang akbar.

(2) Mari sembah Yesus Penebus. Agungkanlah!

KasihNya besar. Yesus rela mati disalib Golgota,

hingga manusia terhapus dosaNya.

Mari sembah Yesus Penebus.

(3) Mari sembah Roh Maha kudus. Agungkanlah!

HikmatNya besar. Roh Kudus menuntun setiap langkah kami,

agar hidup kami semakin berseri.

Mari sembah Roh Maha kudus.

PKJ No. 020 MARI SEMUA, MARI SEMBAH TUHAN

Syair dan lagu: Uyaimose, Alexander Gondo, 1986
Terjemahan: Yamuger, 1998

do = f   4 ketuk

Mari semua, mari sembah Tuhan;

mari semua, mari sembah Tuhan;

mari semua, mari sembah Tuhan;

mari sujud menyembah.

PKJ No. 021 MARI SEMUA, KINI BERNYANYI

Syair dan lagu: Nun preiset alle Gottes Barmherzigkeit, Mattaus Apelles von Lowenstern, 1644
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1998

do = f   3 ketuk

(1) Mari semua, kini bernyanyilah, pujilah Tuhan,

agungkan rahmatNya! Dengan syukur menghadap Dia,

Sumber anugerah yang setia.

(2) Tuhanlah Raja seluruh dunia;

sujud sembahlah segala makhlukNya; dengan musik merdu ceria,

para malaikat memuji Dia, para malaikat memuji Dia.

(3) Hai bangsa-bangsa, tinggalkan susahmu: dengar sabdaNya,

bukalah hatiMu! OlehNya jiwamu sentosa:

Ia ampuni segala dosa, Ia ampuni segala dosa.

(4) Sandang dan pangan disediakanNya;

Dialah Bapa, kita asuanNya.

Sinar mentari, curah hujan tanda karunia rahmat Tuhan,

tanda karunia rahmat Tuhan.

(5) Mari semua, kini bernyanyilah, Dialah Tuhan,

agungkan rahmatNya! Sampai kekal tetaplah Dia

Sumber anugerah yang setia,

Sumber anugerah yang setia.

PKJ No. 022  MARILAH KITA SIAPKAN HATI KITA

Syair dan lagu: Jerry Silangit, 1997 (Mazmur 65:5, 95:2, 105)

do = d   4 ketuk

(1) Marilah kita siapkan hati kita

menghadap Allah, Tuhan semesta alam,

kar’na besarlah perbuatan tanganNya.

Muliakan Allah dengan puji-pujian.

(2) Bersorak-sorailah, hai seluruh dunia,

mazmurkanlah kemuliaan namaNya.

Keajaiban serta perbuatanNya

sungguh benar dan besar tak terucapkan.

(3) Berbahagialah orang yang Kau pilih,

yang Engkau suruh mendekat kepadaMu.

Berbahagialah orang yang Kau pilih,

dipelataranMu semua berdiam.

Refrein :

Mari bernyanyi memuji Maha ku_asa,

puji kasihNya sekarang dan s’lamanya.

PKJ No. 023 MARILAH MEMUJI

Syair dan lagu: Jerry Silangit, 1998

do = e   4 ketuk

Marilah memuji Allah Maha tinggi pada hari ini,

hari bahagia, karena besarlah kasih setiaNya.

Dia mengasihi umat manusia.

Hidup kita dijaminNya, suka-cita dilimpahkan.

Keluarga diberkati, umur panjang diberikan.

Puji syukur bagiMu atas penyertaanMu.

NamaMu kami puji untuk s’lama-lamanya.

PKJ No. 024 MARILAH, PUJILAH ALLAH

Syair: Come, O Come, Let Us Praise/Lyjakle Taura P’ya, University Christian Fellowship, Myanmar, Terjemahan Inggris: I-to Loh and JM., Terjemahan Indonesia: H. A. Pandopo, 1998,
Lagu: Tradisional Myanmar

do = 3   2 dan 3 ketuk

(1) Marilah, pujilah Allah, Bapa Maha kuasa,

Khalik semesta, Maha ku_asa, Khalik semesta.

(2) Marilah, pujilah Kristus Yesus, Maha kasih,

Raja dunia, Maha kasih, Raja dunia.

(3) Marilah, pujilah Roh Penghibur, Maha suci,

Sumber kurnia, Maha suci, Sumber kurnia.

PKJ No. 025 MULIAKAN NAMA TUHAN

Syair: A. K. Saragih
Lagu: Tradisional Batak Simalungun

do = g   4 ketuk

(1) Muliakan nama Tuhan bersama rebana dan nyanyian.

Sajikan persembahan bersama pujian dan tarian.

(2) Nyanyikan lagu baru bersama gend’rang bertalu-talu,

Dengungkanlah suaramu selembut su_ara suling bambu.

Refrein :

Hai, mari bersama-sama kita nyanyi dan menari bersuka-ria.

Kendati adapun susah dalam hati, Tuhan pasti menghibur kita.

PKJ No. 026 NYANYIKANLAH HALELUYA

Syair dan lagu: Sing Hallelujah To The Lord, Linda Stassen, 1974,
Terjemahan: Dari buku Biarlah Segala yang Bernafas Memuji Tuhan, (c) 1974 Linda Stassen, New Song Creations, 175 Heggie LN. Erin, TN 37061 USA

do = es   4 ketuk

Nyanyikanlah Haleluya! Haleluya, Haleluya!

Nyanyikanlah Haleluya! Haleluya.

Nyanyikanlah Haleluya! Haleluya, Haleluya!

Nyanyikanlah Haleluya!

PKJ No. 027 NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU

Syair: T. Lubis, 1988, berdasarkan Mazmur 148
Lagu: Tradisional Batak Toba

do = f   4 ketuk

(1) Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Allah Pencipta cakrawala.

Segala Serafim, Kerubim, pujilah Dia, besarkanlah namaNya.

(2) Pujilah Dia, wahai mentari, wahai bulan, sembahlah Dia terus.

Dan wahai bintang-bintang terang yang gemerlapan,muliakan Penciptamu.

(3) Wahai yang mengatasi s’gala langit, mazmurkanlah Tuhanmu.

Hai air di atas langit, turut memuji Tuhan, muliakan Penciptamu.

(4) Biar bergemuruh samud’ra dan isinya serta isi dunia.

Dan biar sungai, gunung, bukit, lembah bertepuk tangan bersama-sama.

(5) Wahai raja-raja dan pembesar dibumi yang memerintah dunia.

Teruna, anak dara, yang tua dan yang muda, ucaplah syukur padaNya.

(6) Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Allah, semua ciptaanNya.

Semesta alam, pujilah Tuhan yang disorga, nyanyikan. Haleluya!

Refrein :

Bersorak-sorai bagi Rajamu!

Bersorak-sorai bagi Rajamu!

PKJ No. 028 NYANYIKAN TUHANMU HALELUYA

Syair dan lagu: T. Lubis-Nainggolan, 1998
Berdasarkan Mazmur 148

do = f   2 ketuk

(1) Nyanyikan Tuhanmu: Haleluya, Haleluya!

Malaikat bala sorga, semua pujilah Dia!

Hendaklah semuanya puji nama Tuhan Allah

sebab atas perintahNya semuanya tercipta.

Hai, alam semesta yang diciptakan Tuhan Allah,

Hai, api, hujan es dan salju, kabut, angin badai,

bernyanyilah semuanya, memuji-muji Dia,

sebab yang tinggi luhur hanya nama Tuhan Allah.

(2) Nyanyikan Tuhanmu: Haleluya, Haleluya!

Malaikat, kerubim, serafimpun,  puji Dia!

Yang mendirikan semuanya untuk selamanya,

keagunganNya mengatasi langit, alam raya.

Wahai, segala raja serta pemerintah dunia,

teruna, anak dara, orang tua dan yang muda,

bunyikan bagi Tuhanmu seruling dan kecapi,

dan puji Dia dengan sorak-sorai dan menari.

(3) Nyanyikan Tuhanmu: Haleluya, Haleluya!

Malaikat, kerubim, serafimpun,  puji Dia!

Hai, bintang, bulan, matahari, angkatlah suara;

serta segala langit seluruh cakrawala.

Hai, ular-ular naga, segenap samud’ra raya,

binatang liar, hewan, burung-burungyang bersayap,

padukanlah suaramu, besarkan nama Tuhan

yang agung dan perkasa dan berlimpah kekuatan.

Coda : Nyanyikanlah Haleluya, Haleluya.

PKJ No. 029 PATUT SEGENAP YANG ADA

Syair: Let All Mortal Flesh Keep Silence, Gerard Moultrie (1829 – 1885),
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1987,
Lagu: Perancis, abad ke-17

la = d   2 ketuk

(1) Patut segenap yang ada diam dan sujud sembah,

mengosongkan pikirannya dari barang dunia,

kar’na Tuhan sungguh hadir, patut dipermuliakan.

(2) Maha raja alam raya, lahir dari Maria,–

Tuhan yang telah menjadi serendah manusia,

bagai Roti yang sorgawi, memberikan diriNya.

(3) Malak mengiringi Dia, Putra Allah yang esa,

Cah’-ya dari Cah’-ya murni hadir dalam dunia.

Kuasa Iblis harus mundur, kegelapan pun enyah.

(4) Serafim menutup wajah, kerubim sujud sembah,

sungkem dihadapan Dia dan menyanyi tak lelah:

Haleluya, Haleluya, Tuhan Maha mulia!

PKJ No. 030 PUJI TUHAN ALLAH

Syair: Jubilate Deo, Mazmur 100:1,
Lagu: Michael Praetorius,
Disesuaikan oleh: Yamuger, 1999

do = c   4 ketuk

Puji Tuhan Allah, Puji Tuhan Allah, Haleluya.

Jubilate Deo, jubilate Deo, Alleluia.

PKJ No. 031 PUJI TUHAN, PUJILAH NAMANYA

Syair: F. J. Kouttjie
Lagu: Tradisional Rote (Timor)

la = b   4 ketuk

Puji Tuhan, pujilah namaNya,

puji Tuhan, pujilah namaNya,

kar’na ajaib ciptaan tanganNya.

Kar’na ajaib ciptaan tangan-Nya;

puji Tuhan, hai segenap umatNya!

Puji Tuhan, hai segenap insanNya!

Agungkanlah namaNya selama-lamanya.

Tuhanlah pelindungmu,

Ialah perisaimu yang selamatkan jiwamu

kar’na kasihNya kepada manusia.

Dia menanggung seluruh dosa kita.

PKJ No. 032 PUJI TUHAN, PUJILAH NAMANYA

Syair: F. J. Kouttjie,
Lagu: Tradisional Rote (Timor)

do = d   4 ketuk

Puji Tuhan, pujilah namaNya,

puji Tuhan, pujilah namaNya,

kar’na ajaib ciptaan tanganNya.

Kar’na ajaib ciptaan tangan-Nya;

puji Tuhan, hai segenap umatNya!

Puji Tuhan, hai segenap insanNya!

Agungkanlah namaNya selama-lamanya.

Tuhanlah pelindungmu,

Ialah perisaimu yang selamatkan jiwamu

kar’na kasihNya kepada manusia.

PKJ No. 033 PUJILAH ALLAH, PUJILAH

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1999
Berdasarkan Mazmur 150

do = e   3 ketuk

(1) Pujilah Allah, pujilah ditempat kudusNya;

Pujilah Dia, dicakrawalaNya yang kuat.

(2) Pujilah Allah mengingat keperkasaanNya;

Pujilah Dia, kebesaranNya sungguh hebat.

(3) Pujilah Allah dengan tiupan sangkala;

Pujilah Dia, bunyikan gambus dan kecapi.

(4) Pujilah Allah dengan rebana dan tarian;

Pujilah Dia, dengan kecapi dan seruling.

(5) Pujilah Allah dengan ceracap berdentingan;

Pujilah Dia, dengan deracap berdentangan.

(6) Mari semua makhluk bernafas, pujilah Tuhan;

mari semua bersama-sama piji Tuhan.

Refrein :

Haleluya, Haleluya. Segala makhluk puji Tuhan!

Haleluya, Haleluya. Bersama-sama puji Tuhan!

PKJ No. 034 SORAKLAH, HAI UMATNYA

Syair dan lagu: Godlief Soumokil, 1999

do = e   4 ketuk

Refrein :

Soraklah, hai umatNya, mari sujud menyembah;

Kristus Raja semesta. Pujilah Dia s’lamanya.

Hilangkanlah duka dan beban

mari masuk pelataranNya.

dengan tifa, suling dan gendang.

nyanyi lagu pujian merdu.

PKJ No. 035 SUCI, SUCI, SUCI

Syair dan lagu: Santo, santo, Argentina,
Terjemahan: Ester Pudjo, 1998

do = c   4 ketuk

Suci, suci, suci jiwaku menyembahMu.

Hatiku mengagungkanMu; suci Kau, Tuhan.

PKJ No. 036 YESUS, RAJA DAMAI

Syair dan lagu: Tradisional Maori, Selandia Baru, Tama Ngakau Marie (STB 90),
Terjemahan: Yamuger, 1998

do = g   4 ketuk

(1) Yesus, Raja Damai, Tuhan Maha kasih,

sambut kami ini dalam rahmatMu.

(2) Buanglah, ya Tuhan, dosa-dosa kami,

rantai kuasa jahat Kau putuskanlah!

(3) Tumpaslah, ya Tuhan, kuasa kegelapan,

hingga tak tersisa dampak dayanya.

(4) Penebus tersalib, tuntunlah umatMu

untuk mengasihi Dikau s’lamanya.

(5) Dikau kami ikut trobos kegelapan,

sampai kami masuk sukacitaMu.

PKJ No. 037 BILA KURENUNG DOSAKU

Syair dan lagu: A. K. Saragih

do = g   4 ketuk

(1) Bila kurenung dosaku padaMu, Tuhan,

Yang berulang kulakukan dihadapanMu,

(2) Rasa angkuh dan sombongku masih menggoda,

Iri hati dan benciku kadang menjelma.

Refrein :

Kasih sayangMu perlindunganku.

Di bawah naungan sayapMu damai hatiku.

Kasih sayangMu pengharapanku.

Usapan kasih setiaMu s’lalu kurindu.

PKJ No. 038 DOSA DUNIA HAPUSLAH

Syair dan lagu: Esti W. Kristofera

do = c   4 ketuk

(1) Dosa dunia hapuslah oleh kasihNya yang kudus.

Akupun dibasuhNya oleh darahNyayang kudus.

Tak binasa jiwaku kar’na kasihNya penuh;

Yesus Kristus Tuhanku jadi Jurus’lamatku.

(2) Kasih Tuhan yang kudus tidak mudah kupahami.

Kasih Tuhan padaku amat luas dan lebarlah.

Rindu hatiku penuh jadi hamba Tuhanku;

kuberikan hidupku kini dan selamanya.

PKJ No. 039 JIKALAU TIDAK MENEBUSKU

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998

do = d   4 ketuk

(1) Jikalau Tuhan tidak menebusku

dan Tuhan tidak mengampuniku,

hidupku berbeban dan dosaku berat!

Marilah, ya Tuhan, jamah diriku.

Marilah, ya Tuhan, jamah diriku.

(2) Jikalau Tuhan tidak menjagaku

dan tak menuntun, tak memimpinku,

hidupku tak tentu dan langkahku sesat.

Marilah, ya Tuhan, pimpin anakMu.

Marilah, ya Tuhan, pimpin anakMu.

(3) Jikalau Tuhan datang menolongku,

dan Tuhan jaga hambaMu terus,

hidupku damailah, dosa terhapuslah.

Marilah, ya Tuhan, rangkul hambaMu.

Marilah, ya Tuhan, rangkul hambaMu.

PKJ No. 040 KASIHANILAH AKU YANG LEMAH

Syair dan lagu: Helene Salamate Joseph

do = f   4 ketuk

(1) Kasihanilah aku yang lemah, ya Tuhan Maha kuasa.

Hapuskan semua kesalahanku, b’rilah anugerah.

Oleh kasih dan kuasaMu kurasakan damaiMu.

Aku tahu Kau s’lalu dekat padaku, limpahkan rahmatMu.

(2) Kini aku sadari dosaku dan s’gala kekuranganku.

Namun kasihMu tetap padaku, sucikan diriku.

Kuserahkan s’luruh hidupku pada Tuhan yang benar.

Hatikuku selalu bersyukur, bergemar dan berbahagia.

PKJ No. 041 ‘KU DATANG KEPADAMU

Syair dan lagu: Dewi Pangaribuan, 1994

do = c   4 ketuk

(1) ‘Ku datang kepadaMu, Anak Domba Allah.

‘Ku mohon pengasihan, Anak Domba Allah.

Atas dosa-dosaku dan pelanggaranku.

Kuduskanlah diriku, Anak Domba Allah.

(2) ‘Ku datang kepadaMu, Anak Domba Allah.

‘Ku mohon pengasihan, Anak Domba Allah.

Tunjukkanlah padaku jalan kebenaran.

Hanya oleh rahmatmu, Anak Domba Allah.

(3) ‘Ku datang kepadaMu, Anak Domba Allah.

Kuserahkan hidupku, Anak Domba Allah.

Kar’na Tuhan sajalah yang menyelamatkan.

Bimbing kehidupanku, Anak Domba Allah.

PKJ No. 042  KUMOHON PENGAMPUNAN

Syair: L. Manik
Lagu: Tradisional Batak Simalungun, Otik-otik ma demban

do = bes   4 ketuk

(1) Kumohon pengampunan, Tuhan,

atas segala dosa yang banyak kulakukan,Tuhan,

nyata dihadapanMu.

(2) Teguhkanlah imanku, Tuhan,

bimbing tiap langkahku;

jangan biarkan aku, Tuhan,

sesat dari jalanMu.

(3) Kau gunung harapanku, Tuhan,

Sumber kehidupanku,

tempat perlindunganku, Tuhan,

dari jerat penggoda.

PKJ No. 043 TUHAN, KAMI BERLUMURAN DOSA

Syair dan lagu: M. Karatem, 1998

do = f   4 ketuk

(1) Tuhan, kami berlumuran dosa.

Tuhan, sudikah ampuni kami.

(2) Tuhan, harta kami musnah sudah.

Tuhan, hati masih milik kami.

(3) Tuhan, sudi ampuni mereka.

Tuhan, Kau yang ta_hu perbuatannya.

(4) Tuhan, kami berlumuran dosa.

Tuhan, sudikah ampuni kami.

PKJ No. 044 YA TUHAN, DENGARKANLAH PERMOHONAN

Syair: D. H. Worotikan
Lagu: Tradisional Minahasa, Maengket

do = c   4 ketuk

(1) Ya Tuhan, dengarkanlah permohonan seluruh umatMu.

Curahkan kasih sayangMu, Tuhan,

curahkan kasih sayangMu.

(2) Ya Tuhan, ampunilah s’gala dosa kesalahan kami.

Bukakan pintu kasihMu, Tuhan,

bukakan pintu kasihMu.

(3) Anak Domba Allahku yang menghapuskan dosa dunia,

ampunilah dosa umatMu, Tuhan,

ampunilah dosa umatMu.

PKJ No. 045 TUHAN ALLAH, JANGANLAH

Syair: Straf mich nicht in deinem Zorn, Johann Georg Albinus, 1686 (Mazmur 6),
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1987,
Lagu: Jerman 1694/1698

do = d   4 ketuk

(1) Tuhan Allah, janganlah Kau menghukum aku:

O, berapa lamakah lanjut amarahMu?

Dosaku, murkaMu, hapuskanlah itu dengan darah Kristus!

(2) Dalam maut yang kelam sia_pa yang bersyukur?

Jiwaku luputkanlah dari alam kubur.

Biarlah s’lamanya aku menyanyikan bagiMu pujian!

(3) Bapa, kasihanilah, rahmatMu tunjukkan.

Diriku pulihkanlah dalam kesembuhan.

Datanglah segera dan urapi aku dengan kurniaMu!

(4) Siang malam ‘ku cemas, gemetar badanku.

Air mataku deras; tergenang ranjangku.

‘Ku letih dan sedih mengeluh padaMu: Tuhan, tolonglahku!

(5) Para musuh, mundurlah! Ja_uhlah, hai penjahat!

Tuhan sudah mendengar sua_ra yang meratap: doaku,

Tangisku diindahkan Tuhan. Dia kuagungkan!

(6) Allah Bapa, t’malah puji dan syukurku.

Tuhan Yesus, Engkaulah Penebus hidupku.

Roh Kudus, ku_asaMu sumber penghiburan. T’rima kasih Tuhan!

PKJ No. 046 DARI KUNGKUNGAN DUKA KELAM

Syair: Out of my bondage, William T. Sleeper, 1887,
Terjemahan: Yamuger, 1999,
Lagu: George C. Stebbins, 1887

do = g   6 ketuk

(1) Dari kungkungan duka kelam, ya Tuhanku.

‘ku datanglah, masuk terangMu bebas senang,

‘ku datang padaMu, dari beban kesakitanku

masuk kedalam kekuatanMu;

dalam derita aku datang, ya Yesus, Tuhanku.

(2) Dari dera kepapaanku, ya Tuhanku,

‘ku datanglah, dan mengecap kekayaanMu,

‘ku datang padaMu, Dari cela keaibanku

pada salibMu ‘ku berteduh,

dalam dosaku aku datang, ya Yesus, Tuhanku.

(3) Dari hempasan badai deras, ya Tuhanku,

‘ku datanglah, masuk kedalam bandar tenang,

‘ku datang padaMu, Dari keputusasaanku

masuk kedalam anug’rahMu;

dalam susahku aku datang, ya Yesus, Tuhanku.

PKJ No. 047 BUATLAH HATIKU LAPANG DAN BERSIH

Syair dan lagu: Set my spirit free, anonim,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = g   3 ketuk

Buatlah hatiku lapang dan bersih

untuk menyembah dan memulia_kanMu.

Bukalah ikatan yang membelenggu,

arahkan hatiku kepadaMu.

PKJ No. 048 KASIHANI KAMI

Syair dan lagu: Tiku Rari, 1997

do = d   2 ketuk

Kasihani kami ya Tuhan!

PKJ No. 049 KASIHANILAH AKU

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1999,
Berdasarkan Mazmur 51:3-5, 6b

do = e   4 ketuk

(1) Kasihanilah aku, Tuhan, menurut kasih setia_Mu

dan hapuslah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar.

(2) Bersihkan diriku seluruhnya dari kesalahanku,

dan tahirkanlah aku, Tuhan, tahirkanlah dari dosaku.

(3) Sebab sekarang kusadari segala pelanggaranku.

Senantiasa ‘ku bergumul dengan dosaku terhadapMu.

(4) Engkau, ya Tuhan, maha adil didalam keputusanMu,

sehingga aku Kau sucikan menurut kasih setiaMu.

PKJ No. 050  KASIHANILAH KAMI

Syair dan lagu: Pensilwally, 1983

do = as   4 ketuk

(1) Ya Allah Bapa Pencipta, Kasihanilah kami!

(2) Ya Yesus Kristus Penebus, Kasihanilah kami!

(3) Ya Rohul Kudus Penghibur, Kasihanilah kami!

PKJ No. 051  GLORIA

Syair: Lukas 2:14 (bahasa latin)
Lagu: M. Karatem, 1998

do = f   4 ketuk

Gloria, gloria, gloria, gloria.

Gloria, gloria, in excelsis Deo.

PKJ No. 052  AJAR KAMI UMATMU

Syair dan lagu: Godlief Soumokil, 1998

mi = e   3 ketuk

Ajar kami umatMu, menghayati firmanMu.

Ajar kami mengerti, mengaminkan SabdaMu.

Dalam kata, dalam karya dalam segalanya.

PKJ No. 053  ALKITAB PEDOMAN YANG BERHARGA

Syair: A. K. Saragih
Lagu: Tradisional Batak Simalungun

do = d   4 ketuk

(1) Alkitab pedoman yang berharga, menjadi bekal hidup,

menyimpan rahasia yang nyata, sekarang dan dahulu.

Abadi dan tak berubah selamanya, walau zaman berubah,

Dan nyata kepada orang yang beriman dibumi dan disorga.

(2) Alkitab panduan yang berharga, menyimpan banyak harta,

diilhami oleh Allah Bapa dan Putra dan roh Kudus.

Demi kehidupan manusia, sejaht’ra bahagia

sehingga damai sentosa selamanya dibumi dan disorga.

PKJ No. 054  ATAS BUMI NAN PERMAI

Syair: For the Beauty of the Earth, Folliott S. Pierpoint,
Terjemahan: Tim Nyanyian GKI, 1989, dengan perubahan Yamuger dan tambahan bait 5, Yamuger, 1998,
Lagu: (Rakyat China, “Mo-li-hua”), disesuaikan oleh I-to Loh, 1980,
(c) AILM & CCA

sol = bes   4 dan 2 ketuk

(1) Atas bumi nan permai, atas langit nan cerah,

Atas kasih tersemai dalam hidup semesta:

(2) Atas tiap kurnia pad pagi dan petang,

Atas bukit dan lembah, surya bintang cemerlang:

(3) Atas kasih nan mesra antara manusia,

Atas sanak saudara disorga, didunia:

(4) Atas umat yang teguh dalam doa dan kerja,

Bakti kasih padaMu diseluruh dunia:

(5) Atas kurban kasihMu yang tiada taranya,

tidak lain: Dirimu bagi kami s’lamanya:

Refrein :

Tuhan, Raja semesta, bagiMu syukur,

syukur, puji dan sembah!

PKJ No. 055  HAI, PUJI NAMANYA

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998, Kejadian 1

do = d   4 ketuk

(1) Hai, puji namaNya, terang cahaya,

dan puji namaNya, hai cakrawala,

Hai, puji namaNya, semesta alam:

mari semuanya menyembah Tuhan.

(2) Hai, puji namaNya, tumbuh-tumbuhan,

dan puji namaNya, jenis bijian.

Hai, puji namaNya, buah-buahan:

mari semuanya menyembah Tuhan.

(3) Hai, puji namaNya, ikan dilaut,

dan puji namaNya, burung dilangit.

(4) Hai, puji namaNya, hai hewan-hewan:

mari semuanya menyembah Tuhan.

(5) Allah mengakhiri penciptaanNya dihari yang kudus, hari ketujuh.

Kar’na dilihatNya baik semua akhirnya Allahpun memberkatinya.

Refrein :

Haleluya! Pujilah Tuhan tak henti,

Haleluya! kar’na kasihNya tak terp’ri.

Haleluya! Pujilah Tuhan tak henti,

Haleluya! Kar’na kasihNya tak terp’ri.

PKJ No. 056  LIHATLAH POHON-POHON

Syair dan lagu: A. K. Saragih

do = g   4 ketuk

(1) Lihatlah pohon-pohon dibukit dan lembah.

Tempat unggas dan burung berkicau gembira.

Aneka ragam ikan dilaut yang luas.

Sem_ua ciptaan Tuhan dimanapun juga.

(2) Cahaya bulan, bintang dimalam yang sepi.

Diwaktu siang hari sang surya berseri.

Kemarau dan penghujan berganti bersemi.

S’luruh alam semesta Tuhan yang memberi.

Refrein :

Dan juga manusia ciptaan utama.

Tak satu terlupakan, sem_ua dijagaNya.

Sem_uanya diberkati oleh Allah Bapa.

Anug’rah diberikan sesuai janjiNya.

PKJ No. 057  MAHAMULIA NAMAMU

Syair dan lagu: A. K. Saragih

do = g   4 ketuk

(1) Maha mulia namaMu, ya Tuhan.

Maha kuasa Kau Pencipta.

KuasaMu di alam semesta

Yang Kau ciptakan sempurna.

KuasaMu pun di dalam sorga.

Abadilah selamanya.

(2) Langit yang jauh diangkasa biru

karya ciptaanMu sendiiri.

Bumi dan la_ut bagai puing, debu,

Namun Engkau mengasihi.

Apalah kami dihadapanMu.

Namun Engkau memberkati.

(3) Bulan dan bintang bercahaya terang,

malam diganti siang hari.

Tuhan selalu mengaturnya,

berganti pada waktunya,

agar sejahtera umat du_nia.

Patut dipuji namaNya.

PKJ No. 058  SEMUA YANG TERCIPTA

Syair: M. Karatem/H. A. Pandopo, 1985,
Lagu: M. Karatem, 1985

do = f   3 ketuk

(1) Semua yang tercipta, hai alam semesta,

agungkan nama Tuhan dan puji kasihNya.

Matahari, bulan, bintang burung-burung,

ikan-ikan, seluruh margasatwa digunung dan dilembah.

(2) Semua manusia, hai ikutlah serta

memuji kasih Tuhan yang agung mulia.

Dalam Yesus, PuteraNya, kita s’lamat selamanya;

segala sesuatu dibaharuiNya.

(3) Sekarang menderita seisi dunia

dan dosa manusia mengakibatkannya.

Tapi Yesus pun sengsara bagi kita yang bersalah,

Terhapus dosa kita disalib Golgota.

(4) Ya Yesus, Tuhan kami, ‘Kau bangkit mulia;

pun kami Kaubangkitkan, baptisan tandanya,

agar kami menerima hidup baru tak terkira

dan kami jadi saksi di alam semesta.

(5) Semua yang tercipta, hai alam semesta,

Agungkan nama Tuhan dan puji kasihNya.

Oleh Yesus disampaikan pengampunan, perdamaian.

Kelak bumi baru genap semuanya.

PKJ No. 059  BESARLAH TUHAN

Syair dan lagu: Great is the Lord, Berdasarkan Mazmur 48:2-3 dan 9:12, Robert Ewing,
Terjemahan: Yamuger, 1998,
(c) Robert Ewing

do = f   4 ketuk

Besarlah Tuhan dan sangatlah terpuji,

alas kota Allahku itu Gunung Sion yang kudus;

Gunung Sion itu elok,

membuat girang s’luruh bumi,

Tuhanku bersemayam di Sion,

kota Raja Besar.

PKJ No. 060  HAI UMAT MANUSIA

Syair: Mit Ernst, o Menschenkinder, Valentin Thilo, 1642, bait 4, Hannover, 1557,
Terjemahan: Yamuger, 1998,
Lagu: Prancis, abad ke-16/Jerman (Erfurt), 1563

re = g   4 ketuk

(1) Hai umat manusia, siapkan hatimu dan sambut Mesias,

Juruselamatmu! ‘kan datang segera

Terang dan kehidupan yang dijanjikan

Tuhan mengingat rahmatNya.

(2) Terima Tamu Agung, siapkan jalanNya!

Semua batu sandung singkirkan segera.

Timbunilah lembah, ratakanlah yang tinggi,

Yang bengkok dan yang miring luruskan bagiNya!

(3) Tuhan ‘kan meninggikan yang suka merendah;

olehNya disingkirkan yang angkuh bermegah.

Yang tulus hatinya niscaya dilayakkan

Menyambut kedatangan Sang Raja Mulia.

(4) Dimasa suci ini ‘ku mohon padaMu:

Ya Yesus, Kau sendiri siapkan diriku.

Hatiku ubahlah, jadikanlah palungan

tempat ‘ku mengagungkan namaMu s’lamanya.

PKJ No. 061  ANAK DI PALUNGAN

Syair: Child of Christmas story, Shirley Murray (Selandia Baru),
Terjemahan: Yamuger, 1998,
Lagu: Ito-Loh (Taiwan), Sound the Bamboo,
(c) AILM, 1990

sol = d   4 ketuk

(1) Anak dipalungan, mungil dan lembut,

Bayi suci murni, sia_pakah Engkau?

(3) Anak milik dun_ia, suku apapun,

buka hati kami, mengasihiMu.

(2) Jari tangan kami akrab Kaugenggam;

ubahlah hati kami, ubahlah dunia!

(4) Didalam derita kelahiranmu.

Kau beri harapan bagi dunia!

PKJ No. 062  BAYI MUNGIL

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998

do = d   4 ketuk

(1) Bayi mungil lahir di kandang yang hina,

tidur terlelap dan dijaga bundaNya.

(2) Para penggembala menjaga dombanya,

dan malaikat sorga membawa kabar ba_ik.

(3) Orang Majus ikutlah bintang Betlehem:

Mur dan kemenyan dan emas dibawanya.

(4) Bayi mungil lahir di kandang yang hina.

Mari kita juga bersujud padaNya.

Refrein :

Tidur tenang, Kau terlelap.

Alam hening, sunyi senyap.

PKJ No. 063  BERKUMANDANG DI ANGKASA RAYA

Syair dan lagu: J. R. Sondakh

do = f   4 ketuk

(1) Berkumandang di angkasa raya

sangkala sorgawai megah.

Bergembira menyambut Sang Ra__ja

yang t’lah lahir dikandang sepi.

(2) Terkejutlah gembala dipadang

menyaksikankeagunganNya.

Bergegaslah mereka semua

memulia_kan Sang Raja Damai.

(3) Bintang Timur terang gemerlapan

pada malam yang sunyi senyap.

Menunjukkan pada orang Majus

tempat lahir Sang Jurus’lamat.

(4) Ia turun dari sorga mu_lia,

lahir dalam kandang yang hina,

menghapus dosa umat manusi_a

kar’na kasihNya sungguh besar.

Refrein :

Sorak, nyanyikanlah kidung indah,

sujudlah menyembah Penebus.

Sudah datang kedalam dunia.

Sambutlah Raja Damai kekal!

PKJ No. 064  DI SAAT MALAM SUNYI SEPI

Syair dan lagu: A. K. Saragih

do = f   4 ketuk

(1) Di saat malam sunyi sepi Sang Putra lahirlah,

sebagai Anak Manusia, Imman_uel namaNya.

Malaikat bernyanyi gembira dipadang Efrata,

menyambut Sang Raja Mulia, Penebus dunia.

(2) Kau lahir dalam wujud lemah, mulia hatiMu.

Segala bangsa sujud sembah memuji namaMu.

Sang Raja yang amat perkasa dibumi dan disorga,

penakluk segala yang jahat, s’lamatkan manus_ia.

PKJ No. 065  HAI GEMBALA EFRATA

Syair dan lagu: Herders, hoe ontwaakt gij niet? Anonim, abad ke-18,
Terjemahan: I. S. Kijne dengan perubahan Yamuger, 1998

do = es   6 ketuk (3 x 2)

(1) Hai gembala Efrata, mari, bangun, tengoklah!

S_uara malak dari sorga berkumandang diudara,

Gloria, gloria!

Kidung yang belum pernah terdengar didunia

bawa kabar yang senang dari langit yang cerlang.

(2) Betlehem di Efrata, ba_ik disana carilah

Anak dalam ka_in bedungan yang berbaring dipalungan:

Gloria, gloria!

Kanak-kanak itulah Tuhan seg’nap dunia.

Bangun, carilah terus Put’ra itu yang kudus.

(3) Persembahan apakah kamu b’ri kepadaNya?

Hati rendah dipilihNya daripada harta dunia:

Gloria, gloria!

mengabarkanlah samapi ujung dunia

kelahiran Putera, Jurus’lamat dunia.

PKJ No. 066  HAI UMAT, PUJI ALLAHMU

Syair: Lobt Gott, ihr Christen alle gleich, Nikolaus Herman, 1560,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1998,
Lagu: Abad pertengahan (bentuk asli), Nikolaus Herman, 1554

do = f   4 ketuk

(1) Hai umat, puji Allahmu ditakhta yang yang kudus,

dib’rikanNya kepadamu Mesias Penebus,

Mesias Penebus.

(2) Diutus oleh BapaNya Bayi Imanuel;

palungan hewan itulah ranjangNya yang kecil,

ranjangNya yang kecil.

(3) Yang Maha tinggi mulia kosongkan diriNya

menjadi insan yang leman dan hamba terendah,

dan hamba terendah.

(4) Mengapa Raja semesta rendahkan diriNya?

Supaya kita yang rendah diangkat olehNya,

diangkat olehNya.

(5) Sang Raja turun takhtaNya agar hambaNya na_ik.

PertukaranNya itulah mujizat tera_jaib,

mujizat tera_jaib!

(6) Gerbang fird_aus dibukaNya dan Kerub t’lah pergi.

Kepada Allah angkatlah pujian tak henti,

pujian tak henti!

PKJ No. 067  ITULAH NATAL PERTAMA

Syair dan lagu: The very first Christmas, Rachael Borne, 1966,
Terjemahan: Yamuger, 1998

do = f   6 ketuk (2 x 3)

(1) Itulah Natal pertama.

(2) Sang Bayi nyenyak dipalungan:

(3) Dikota Daud Betlehem,–

(4) Yusuf, Maria dan Bayinya.

(5) Datang gembala bersama ternak;

(6) Malak disorga meyanyi merdu,

(7) Majus datang dari ja_uh,

(8) Ikut bintang cemerlang.

PKJ No. 068  O TUHANKU YESUS

Syair dan lagu: S. Pramono Soegondo, 1969

do = bes   4 ketuk

(1) O Tuhanku Yesus, hambaMu bersujud dihadapanMu

‘Ku nyanyi merdu. Sua_raku berpadu, hatipun menyatu

menyambut lahirMu dalam dunia.

O, betapa indah nyanyian malaikat;

semoga ‘ku layak untuk menyembah.

Kaulah Anak Allah, Kaulah Penebusku,

Juruselamatku. Haleluya.

(2) Hai, mari semua, marilah bersama

angkat pujianyang t’rus bergema.

Bukalah hatimu, sambutlah Dia!

Rajakanlah Natal, bergemburalah!

Padukan su_aramu dalam kidung indah kepada Tuhanmu,

Raja Mulia. Ya Tuhan, dengarlah hambaMu

bersyukur memuji namaMu. Haleluya!

PKJ No. 069  ROMBONGAN HEWAN MENCARI BAYI

Syair dan lagu: Alfred Simanjuntak, 1997

do = f   4 ketuk

(1) Rombongan hewan menuju kota dimalam kelam, mengikut gembala.

Berbaur su_ara mencari Bayi yang dib’ritakan bala sorgawi.

Domba bertanya: “Manakah bayinya?” (bee bee)

Ayam berkokok: Kami mencari. (kuruyuuk)

Sapi menyusul: (boo boo) Dia Jurus’lamat dunia.

(2) Didalam kandang yang sederhana terlihat tenang Maria dan Yusuf.

Dalam palungan ada Sang Bayi. Semua hewan tunduk kepala.

Domba gembira: “inilah Dia!” (bee bee)

Ayam bahagia: Yesus namanya. (kuruyuuk) (kuruyuuk)

Hewan bernyanti: Yesus, Yesus, Dia Jurus’lamat dunia.

PKJ No. 070  SLAMAT DATANG KAMI UCAPKAN

Syair: L. Manik,
Lagu: Tradisional Batak Pakpak

do = d   4 ketuk

(1) S’lamat datang kami ucapkan, Tuhan,

Engkau t’lah rela datang didalam du_nia.

Tempat mulia indah Engkau tinggalkan, Tuhan,

untuk menyelamatkan umat manu_sia.

(2) T’rima kasih kami ucapkan, Tuhan,

atas kasih sayangMu kepada du_nia

Engkau korbankan jiwa serta ragaMu, Tuhan,

membebaskan manu_sia yang sarat dosa.

PKJ No. 071  WAKTU MALAM PENUH BINTANG TERANG

Syair: A. K. Saragih,
Lagu: Tradisional Batak Simalungun

do = a   4 ketuk

(1) Waktu malam penuh bintang terang, berhembus bayu semilir.

Gembala diladang tidur nyenyak dibuai mimpi baha_gia.

Tiba-tiba terdengar su_ara bergema, malak sorga menyampaikan b’ritanya.

(2) Sang gembala takut dan tertegun oleh cahaya malaikat.

Namun malaikat berkata se’gra: “Hai gembala, jangat takut!”

Inilah kabar kesukaan besar bagimu dan s’luruh bangsa didu_nia.

(3) Para gembala bersama pergi, ikut petunjuk malaikat.

Betlehem kota yang ditujunya, tempat Putra Agung lahir.

Kain lampin sederhana membendung, dipalungan dibaringkan terlelap.

(4) Sujudlah gembala dan menyembah, dan sangat sukacita.

Janji Allah kini sudah genap, sungguh nyata dalam du_nia.

Kemu_liaan bagi Allah disorga dan damai sejaht’ra bagi dunia.

Refrein :

Kristus Anak Allah lahir didunia.

PKJ No. 072  SIAPA GERANGAN SANG RAJA

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998

do = f   4 ketuk

(1) Sia_pa gerangan Sang Raja yang t’lah lahir?

Ikut petunjuk para malaikat.

Lekaslah cari Sang Bayi dipalungan,

Dibungkus lampin; mari melihat!

(2) Nubuat lama yang dulu disabdakan

kini ternyata t’lah digenapi.

Sang Raja Damai pembawa t’rang abadi

sekarang lahir; sorga bernyanyi.

(3) Bayi yang kudus, Engkaulah Raja Damai.

Benci Kau ubah menjadi kasih.

Yang bermusuhan menjadi bersahabat,

yang putus asa berpengharapan.

(4) Ya Jurus’lamat, dengarlah doa kami.

Tetaplah tinggal dihati kami.

Berkati kami dan jadikanlah kami

saluran berkat bagi sesama.

Refrein :

Nyanyikan sorak bergempita bagi Allah!

Sang Jurus’lamat datang kedu_nia!

Nyanyikan sorak bergempita bagi Allah!

KelahiranNya membawa damai.

PKJ No. 073  T’LAH TURU KE DUNIA

Syair: Nggo nusur ku doni; Nyanyian Natal Batak Karo,
Terjemahan: E. L. Pohan, 1961, (1917 – 1993),
Lagu: Tradisional Batak Karo

la = a   4 ketuk

T’lah turun ke du_nia, tinggalkan takhtaNya,

kemu_liaan sorga ditanggal semesta,

tiada bagiNya tempat di Betlehem.

O, b’rilah, hai manusia, tempat dihatimu!

Mari sembah, ucap syukur, kar’na besar

anug’rah Tuhanmu yang b’ri Imanuel.

PKJ No. 074  WAKTU MALAM YANG SEPI

Syair: Midden in de winternacht, Nyanyian Natal Belanda,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1981,
Lagu: Spanyol abad ke-18

do = d   2 dan 3 ketuk

(1) Waktu malam yang sepi terdengar berita;

bala sorga memberi Kabar Sukacita.

Hai gembala Efrata, mari ikutlah serta

dengan sua_ramu dan serulingmu dan gendang,

genderang, bertepuk menari: Jurus’lamat lahir!

(2) Bintang fajar t’lah terbit bersemarak mu_lia,

menyinari yang sedih, menghiburkan du_nia.

Segenap manusia, mari bergembiralah

Debgan su_aramu dan kolintangmu, berdentang,

berdenting, bertepuk menari: Jurus’lamat lahir!

PKJ No. 075  TUHANKU, BIARLAH KINI HAMBAMU PERGI

Syair: Nunc Dimittis, Lukas 2:29-32, Tiku Rari,
Lagu: Tradisional Toraja, Marakka

do = bes   4 ketuk

(1) Tuhanku, biarlah kini hambaMu pergi

sesuai firmanMu, dalam damai sejahtera.

Kurnia s’lamatMu t’lah dilihat mataku.

S’lamatMu yang Kau b’ri dihadapan dunia.

(2) Tuhanku, s’lamatMu adalah t’rang yang kekal,

dan terang itulah jadi pernyataanMu.

Dan se_mua bangsa lain akan lihat nyatanya.

TerangMu jadilah kemuliaan umatMu.

PKJ No. 076  ‘KU SANGAT SUKA MENDENGAR NAMANYA

Syair: There Is a Name I Love to Hear / O How I Love Jesus, F. Whitfield, 1855,
Terjemahan: Yamuger, 1999,
Lagu: Tradisional Amerika

do = g   6 ketuk (2 x 3)

(1) ‘Ku sangat suka mendengar namaNya yang megah;

bagaikan musik yang merdu terindah didunia.

(2) Terungkap kasih Penebus yang mati bagiku;

darahNya yang tercurahlah menghapus dosaku.

(3) Rencana Allah Bapaku jelas didalamnya:

Setiap hari ‘ku dib’ri harapan yang cerah.

(4) Didalam nama Yesuslah terungkap kasihNya;

Ketika hidup tercekam Dia turut seta.

Refrein :

‘Ku kasihi Yesus, ‘ku kasihi Yesus,

‘ku kasihi Yesus; kusambut kasihNya.

PKJ No. 077  TALITA KUM, ANAK, BANGKITLAH

Syair dan lagu: Alfred Simanjuntak, 1998

do = bes   4 ketuk

(1) Talita kum, anak, bangkitlah! Talita kum, anak, bangkitlah!

Dan anak bangkit dengan tegap, dan semua heran, senang.

dan anak bangkit dengan tegap, dan semua heran, senang.

(2) Talita kum, umat, bangkitlah! Talita kum, umat, bangkitlah!

B’ritakan Injil kedunia, dan mu_liakan namaNya.

B’ritakan Injil kedunia, dan mu_liakan namaNya.

Refrein :

B’ritakan Injil kedunia, dan muliakan namaNya.

B’ritakan Injil kedunia, dan muliakan namaNya.

PKJ No. 078  TALITA KUM

Syair dan lagu: Christian I. Tamaela, 1998

do = d   4 ketuk

Refrein :

“Talita kum, bangkitlah, hai, wanita muda.”

O muliakan Tuhan. PerbuatanNya agung bagi kami.

“Talita kum, bangkitlah, hai, wanita muda.”

Bersyukur pada Tuhan, sebab ku_asaNya kami dis’lamatkan.

(1) Kami b’ritakan keagungan ku_asaNya bagi dunia.

Pujilah Dia dengan musik dan tarian, pujilah namaNya.

(2) Mari menolong orang yang menderita dalam hidupnya.

Kami senang layani pekerjaan Tuhan, dan terus berdoa.

(3) Kami bersatu dalam nama Tuhan Yesus, satukan iman.

Mari berdoa mohon perlindungan: Tuhan, s’lamatkan kami.

PKJ No. 079  HOSANA UNTUK RAJA DAMAI

Syair: A. K. Saragih, Matius 21,
Lagu: Tradisional Batak Simalungun

do = bes   4 ketuk

(1) Hosana untuk Raja Damai yang adil dan jaya.

Bersoraklah, hai Putri Sion, Rajamu telah datang.

(2) Hosana untuk Raja Damai yang datang didunia.

Rendah hati dan lemah lembut yang turun dari sorga.

Refrein :

Amin, Haleluya! Puji sembahlah Raja yang Maha mulia!

Pujilah namaNya, Raja yang perkasa!

Amin, Haleluya! Puji sembahlah Raja yang Maha mulia!

PKJ No. 080  GETSEMANI, TEMPAT YESUS BERDOA

Syair: J. R. Sondakh, 1989 dan Yamuger, 1999,
Lagu: J. R. Sondakh, 1989

do = bes   4 ketuk

(1) Getsemani, tempat Yesus berdoa,

tubuhNya dibasahi peluh.

Tak seorang murid pun bersamaNya;

Ia tunduk bergumul berat.

(2) Bunyi doa yang na_ik pada BapaNya:

“Ambil cawan getir dariKu,

namun jangan kehendakKu yang jadi,

tapi kehendakMu jadilah”.

(3) Lalu Yesus mendapati muridNya,

namun mereka tidur lelap.

“Bangunlah, jagalah dan berdoalah

agar ja_uh dari pencobaan”.

(4) Lalu Yesus kembali bergumullah,

makin sungguh-sungguh doaNya:

“Bapa, jangan kehendakKu yang jadi,

Tapi kehendakMu jadilah”.

Refrein :

Sungguh mulia pergumulanNya,

Tanda kasih pada manu_sia.

Marilah, umat yang ditebus,

Angkat puji syukur bagiNya.

PKJ No. 081  KISAH NYATA

Syair: A. K. Saragih
Lagu: Tradisional Batak Simalungun (Ledang ni pining)

do = a   2 ketuk

(1) Kisah nyata terjadi di Golgota:

Seorang Putra yang tiada pernah berdosa

dihukum, disiksa.

(2) Yesus Kristus merelakan diriNya,

kar’na kasihNya kepada umat manusia,

dipaku, disalib.

(3) Salib Tuhan membisu menyaksikan

siksaan kejam oleh orang yang haus dendam,

tiada berdaya.

(4) Salib kudus pegangan tetap teguh

dan pengharapan dalam hidup orang beriman,

tak ‘kan tergoyahkan.

PKJ No. 082  LIHATLAH ANAK INSAN

Syair dan lagu: M. Karatem, 1989

la = b   3 ketuk

(1) Lihatlah Anak insan berjubahkan kain ungu.

DikepalaNya dikenakan mahkota berduri.

Menetes peluh dan darah mengucur basahi bumi,

serasa lutut tak mampu menolong tubuh lagi.

(2) Bertubi cambuk, tombak melayang menghujam tubuh.

bertaburan ludah hinaan dan tawa ejekan.

Betapa bunda Maria tersungkur menahan duka;

semua kekasih Yesus menangis tersedu.

(3) Betapa tak terlintas diakal, dilubuk hati.

bahwa Yesus harus dihina dan mati disalib.

O Yesus, tolonglah kami, kuatkanlah iman kami,

supaya kami fahami tujuan sengsaraMu.

PKJ No. 083  PADA MALAM SUNYI DI GETSEMANI

Syair dan lagu: M. Karatem, 1996

la = c   4 ketuk

(1) Pada malam sunyi di Getsemani

Yesus bergelut seorang diri.

Pohon dan batu pun diam menyaksikan

Yesus bergelut seorang diri.

(2) Murid-murid Yesus yang mengikutiNya

Tidur pulas, tidak mendampingi.

Alam terdiam, merasa pahit getir,

Yesus bergelut seorang diri.

(3) Yesus pun bertarung dalam doaNya:

“Ambillah cawan dari padaKu,

Namun kehendak BapaKu yang jadilah.”

Yesus bergelut seorang diri.

PKJ No. 084  TATKALA KAU ‘KAN DITAWAN

Syair: O du mein Trost und susses Hoffen, Carl Wilhelm Osterwald (1820 – 1887),
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1978/1981
Lagu: Johann Wolfgang Franck, 1681

do = g   3 ketuk

(1) Tatkala Kau ‘kan ditawan, tiada Engkau mau melawan.

Hati remuk tak terp’ri menerima cium keji.

Tidak seorangpun kawan, murid semua menghilang,

bagaikan domba kelu Kau ikuti penyiksaMu.

(2) Kau diludahi, dihina, Kau dipecut dan disiksa,

muka terluka, lebam oleh duri tajuk kejam.

Ya, Yesus kar’na dosaku akulah patut dipaku,

namun kasihMu besar melepaskan aku cemar.

Refrein :

Bagikulah Kau menyerah, memb’rikan nyawaMu.

Kini jelas aku lepas dari beban dosaku.

PKJ No. 085  TERPANCANG SALIB DI BUKIT GERSANG

Syair: Wie sen, soll ich dich empfangen, Paul Gerhardt, 1653,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1977,
Lagu: Melchior Teschner, 1614

do = g   4 ketuk

(1) Terpancang salib di bukit gersang,

pertanda siksa dan maut kejam.

Terpaku Kristus dikayu salib,

menanggung nista dan cela.

(2) KematianNya bukti kasihNya

bagi manusia yang berdosa,

dan kebangkitanNya anugerah

bagi seluruh dunia.

Refrein :

Apa gerangan kesalahanNya,

sehingga darahNya tercurah?

Apa gerangan yang dilakukan,

sehingga mati disalib?

PKJ No. 086 YESUS TELAH BANGKIT

Syair: Conditor alme siderum, Nyanyian Latin abad ke-5,
Terjemahan: Yamuger/Pan. Lit. K.A.J., 1980,
Lagu: Lagu gereja abad pertengahan

do = f   1 ketuk

(1) Yesus telah bangkit didalam kemu_liaanNya.

Kita bersyukur menghayati kemenanganNya.

Haleluya! Haleluya!

(2) Kasih besar Allah berwujud dalam AnakNya.

Kita dijadikanNya warga KerajaanNya.

Haleluya! Haleluya!

Refrein :

Haleluya! Haleluya! Haleluya! Haleluya!

PKJ No. 087  T’RANG PASKAH BERSERI

Syair: Macht hoch die Tur, die Tor macht weit, Georg Weissel, 1623,
Terjemahan: Yamuger, 1980,
Lagu: Kitab Frey linghausen, 1704

do = f   4 ketuk

(1) T’rang Paskah berseri, tersingkir kesedihan:

Sang Raja tersalib. Menang dengan gemilang!

(2) Harapanku teguh; kelak ‘ku bangkit pula

diwaktu menderu seruan sangkakala.

(3) Sang maut menyerah, tak lagi berkuasa,

dan ‘ku bahagia, selamat kar’na Paskah.

Refrein :

Andaikan Tuhanku tak dibangkitkan lagi, percuma imanku.

Tetapi Dia bangkit Dia bangkit, Dia bangkit!

PKJ No. 088  DI PAGI HARI YANG SUNYI

Syair: Auf, auf, ihr Reichsgenossen, Johann Rist (1607 – 1667),
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1978/81,
Lagu: Jerman, abad ke-16

do = f   6 ketuk (2 x 3)

(1) Di pagi hari yang sunyi kuburNya terbukalah.

Yesus Kristus, Putra Allah, sudah bangkit.

(2) Mari semua, sambutlah, hari sungguh mulia.

Jangan ragu, percayalah; Yesus bangkit.

Refrein :

Sungguh Dia sudah bangkit bagi du_nia dan isinya.

Mari sambut Dia! Haleluya!

PKJ No. 089  LANGIT DAN BUMI CERAH DAN TERANG

Syair: Es kommt ein Schiff geladen, Johannes Tauler (+/- 1300 – 1361), Daniel Sudermann, 1626, Terjemahan: H. A. Pandopo, 1978/81,
Lagu: Jerman, 1608

re = d   6 (2 x 3) dan 2 ketuk

(1) Langit dan bumi cerah dan terang bawa berita yang amat senang:

Yesus t’lah bangkit dan hidup kekal! *S’lamat, Hari Minggu!

(2) Yesus yang mati disalib seram, bangkit kembali dan ma_ut tak menang,

sungguh kua_saNya kekal cemerlang! *S’lamat, Hari Minggu!

(3) Dalam percaya, teguh beriman, kau ikut bangkit dan ikut menang,

hidup abadi didalam terang! *S’lamat, Hari Minggu!

PKJ No. 090  “SIAPA YANG KAUCARI?”

Syair: Verheug u, gij dochter van Sion, Willem Barnard, berdasarkan Zakharia 9:9-10, 1962,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1978,
Lagu: Gerrit de Marez Oyens, 1962

do = d   6 ketuk (2 x 3)

(1) “Siapa yang kau cari?” “Yesus, Tuhanku!”

“Yang Hidup yang kaucari, kubur bukan tempatNya!”

(2) “Yang ingin kau jumpai?” “Yesus, Tuhanku!”

“Tuhanmu sudah bangkit; kubur bukan tempatNya!”

(3) Didalam pertarungan kuasa maut dipatahkan,

Ingatlah, Yesus berjanji; Ia bangkit dari yang mati.

PKJ No. 091  TUHAN T’LAH BANGKIT

Syair: Tochter Zion, freue dich, berdasarkan Zakharia 9:9; Matius 21:9, Friedrich Heinrich Ranke, 1820, Terjemahan: Yamuger, 1980,
Lagu: Georg Friedrich Handel, 1747

do = e   2 ketuk

(1) Tuhan t’lah bangkit, Haleluya! Bersukacita, Haleluya!

Dengarlah sua_ra dari sorga: Kristus t’lah bangkit, Haleluya!

Hai manusia, dengar Tuhanmu, pujilah Dia yang menebusmu.

Bersorak-sorak dan bergemar: Kristus t’lah bangkit, Haleluya!

(2) Pujilah Dia, Haleluya! yang disalibkan, Haleluya!

Dosamu ditebus olahNya untuk selama-lamanya.

Dosa terhapus oleh darahNya. Dalam kasihNya ‘ku bahagia!

Mari bersyukur dan pujilah: Kristus t’lah bangkit, Haleluya!

PKJ No. 092  DI ATAS BUKIT YANG SEPI

Syair: Stille Nacht, heilige Nacht/Silent Night, Joseph Mohr, 1818,
Terjemahan: Yamuger/Pan. Lit. K. A. J., 1980,
Lagu: Franz Xaver Gruber, 1818

do = bes   6 ketuk

(1) Di atas bukit yang sepi, hari yang cerah,

Tuhan Yesus terangkatlah, sambil memb’ri berkat.

Murid pun heran dan tertegun sambil menatapNya:

Dan sujud menyembah Raja yang kekal!

(2) Yesus pulang takhtaNya, sorga mulia.

Karya penyelamatanNya sudah sempurnalah.

Dialah Raja Maha besar di alam semesta:

Sujud menyembah Raja yang kekal!

(3) Kuakui dengan iman Dia Rajaku.

Kuabdikanlah diriku kepada Tuhanku.

FirmanNya kutaati terus, itulah janjiku:

Sujud menyembah Raja yang kekal!

PKJ No. 093  SUNGGUH AGUNGLAH RAHASIA IBADAH

Es ist ein Reis entsprungen/Lo, How a Rose E’er Blooming, Nyanyian Natal Jerman abad ke-16; bait 3 Friedrich Layritz, 1844, bait 4: Michael Praetorius, 1609,
Terjemahan: Yamuger/Pan. Lit. K. A. J., 1981,
Lagu: Jerman abad ke-15/16

do = f   1 ketuk

(1) Sungguh agunglah rahasia ibadah Gereja,

amat dalamlah maknanya bagi orang beriman:

Tuhan menyatakan Diri dalam rupa manu_sia,

disalibkan, dibangkitkan, dibenarkan dalam Roh.

(2) Tuhan menampakkan Diri pada malak disorga,

dikabarkan pada bangsa-bangsa yang belum kenal,

dipercaya oleh umatNya didalam dunia dan

diangkat na_ik kedalam kemu_liaan Ilahi.

PKJ No. 094  HENDAKLAH KAMU PENUH DENGAN ROH

Syair dan lagu: Ad. Djalimun

do = f    4 ketuk

(1) Hendaklah kamu penuh dengan Roh:

sahut-menyahut menyanyikan mazmur,

kidung pujian, lagu rohani, nyanyi,

bersorak sebulat hatimu bagi Tuhan!

(2) Senantisa ucaplah syukur kepada Allah,

Bapamu di sorga atas segala berkat karu_nia,

ucap syukur dalam nama Tuhanmu Yesus Kristus!

(3) Hendaklah kamu berhati rendah:

rendahkan diri terhadap sesama,

taat mengikuti Juruselamat,

takwa mengabdi kepada Tuhanmu Yesus Kristus!

PKJ No. 095  DATANG, YA ROH KUDUS

Syair dan lagu: H.A. Pandopo 1998,berdasarkan Efesus 5:18b-21

la = d    6 ketuk (2×3)

(1) Datang, ya Roh Kudus, masuki hidupku,

b’ri apiMu, b’ri sinarMu.

Datang, o datang dan bertakhta dihatiku.

Datang, ya Roh Kudus, dalam hidupku.

(2) Kaulah Penolongku, Kaulah Penghiburku,

Perisaiku, Pembimbingku,

Roh Yesus Kristus dari takhta yang mulia.

Datang, ya Roh Kudus, dalam hidupku.

(3) Ya Surya hidupku, Harapan umatMu,

penuhilah ciptaanMu dengan anugerah dan kasih setiaMu.

Datang, ya Roh Kudus, dalam hidupku.

PKJ No. 096  DATANG, YA DATANG ROH KUDUS

Syair: Come, Holy Spirit, William J. dan Gloria Gaither, 1964,
Terjemahan: Yamuger, 1998,
Lagu dan (c): William J. Gaither, 1964

do = f   6 ketuk (2 x 3)

Datang, datang Roh Kudus!

Kami perlu Engkau.

Datang dengan penuh ku_asa,

datang dengan kasihMu.

PKJ No. 097  ROH KUDUS, KUATKANLAH KAMI

Syair dan lagu: Helene Salamate Joseph, berdasarkan Yesaya 9 dan 11

do = c   4 ketuk

(1) Roh Kudus, kuatkanlah kami jadi saksi, Saksi Tuhan dalam dunia.

Roh Kudus, kobarkanlah api kuasaMu dalam hati kami yang berdosa.

(2) Roh Kudus, kuatkanlah kami jadi saksi, ditempat yang penuh rasa benci.

Roh Kudus, hiburlah setiap hati sedih dan berilah damai sejahtera.

(3) Roh Kudus, kuatkanlah kami jadi saksi, dalam dunia penuh kuasa gelap.

Roh Kudus, pancarkan cahaya IlahiMu. Tuntun kami mengabdi padaMu.

(4) Roh Kudus, kuatkanlah kami jadi saksi, meneguhkan yang bimbang dan resah.

Roh Kudus, yakinkanlah kami dalam iman, dan beri pengharapan yang segar.

PKJ No. 098  YA ROH KUDUS, BAHARUILAH

Syair dan lagu: Christian I. Tamaela

do = f    2 dan 4 ketuk

(1) Ya Roh Kudus, baharuilah dan persatukanlah kami.
Sadarkanlah kami ikut kehendakMu wujudkan keesaan.
Ya Roh Kudus, baharuilah dan persatukanlah kami
dalam satu g’reja yang terus bersaksi di kancah dunia.

(2) Ya Roh Kudus, baharuilah dan persatukanlah kami.
Tuntun hidup kami, saling mengasihi dan jauhkan perpecahan.
Ya Roh Kudus, baharuilah dan persatukanlah kami.
Sambut doa kami dalam perjuangan di kancah dunia.

PKJ No. 099  YA ROH KUDUS, SINARILAH

Syair dan lagu: Mercy Tampubolon-Tobing

do = d   4 ketuk

(1) Ya Roh Kudus, sinarilah roh kami yang gelap.
Ajari kami mengenal karuniaMu, Tuhan;
Ya Roh Kudus, sucikanlah perangai yang cemar
dan berikan kekuatan, sehingga tak gentar.

Refrein:
Ya Roh Kudus, kuatkanlah, beri iman teguh,
supaya kami berserah padaMu s’lamanya.

(2) Syukur padaMu, Roh Kudus, sertai umatMu,
dan langkah kami tuntunlah ke jalan yang benar.
Nyatakan dan kobarkanlah semangat beriman
supaya hidup kami pun selamat dan teguh.

PKJ No. 100  SYARANAM

Syair dan lagu: Sarennam, G. Dyva sir vadam, India,
Terjemahan: Yamuger, 1998.

la = e   1 ketuk

Syaranam, syaranam,
syaranam, syaranam.

(1) Cahya Ilahi, syaranam,
ya Sumber hidup, syaranam

(2) Tuhan penyayang, syaranam,
Maha pengasih syaranam.

(3) Roh kebenaran, syaranam,
ya Roh Penghibur, syaranam.

Syaranam, syaranam, syaranam.

PKJ No. 101  YA ALLAH YANG MAHATINGGI

Syair: Nande Rohani Bangun, 1978,
Lagu: H. A. Pandopo, 1986

do = bes  3 ketuk

(1) Ya Allah yang Mahatinggi,
Kau pencipta dunia ini;
kami juga Engkau ciptakan
agar Dikau tetap dipuji:
Engkau Bapa yang memberkati
tiap orang yang rendah hati,
tolonglah kami sekarang ini
dan selamanya!

(2) Ya Allah yang Mahakasih,
Engkau lahir di dunia ini;
Engkau mati di kayu salib,
Engkau rela mengganti kami.
Dari kubur telah Kau bangkit;
kuasa maut tiada lagi.
Pimpinlah kami sebab Engkaulah
Jalan yang benar.

(3) Ya Allah yang Mahasuci,
Engkau turun ke dunia ini;
Kau menyala bagaikan api;
memurnikan nurani kami;
mengobarkan semangat kami
agar kami menjadi b’rani.
Utuslah kami ke dunia ini
dengan kuasaMu.

PKJ No. 102  AMANAT YESUS MENUNTUN KITA

Syair dan lagu: A. K. Saragih

do = bes   2 ketuk

(1) Amanat Yesus menuntun kita umatNya,
wujudkan Gereja yang kudus dan am.
Dan karya Kristus menjadi contoh utama,
cinta kasihNya teladan yang kekal.

(2) Marilah kita bersatu, bergandeng tangan,
dipandu Kristus, Gembala yang benar,
menata kasih untuk benih persatuan
saat dunia dalam pergumulan.

(3) Ayunkan langkah yang pasti, perteguh iman.
Amanat Tuhan lakukanlah terus.
Satu tujuan dan langkah demi harapan;
dunia sejaht’ra yang damai dan tent’ram.

PKJ No. 103  CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH

Syair dan lagu: Seek Ye First, Karen Lafferty, berdasarkan Matius 6:33; 7:7,
Terjemahan: Yamuger, 1998

do = d   2 ketuk

(1) Carilah dahulu Kerajaan Allah
beserta kebenaranNya,
maka semua ditambahkan kepadamu.
Haleluya, Haleluya!

(2) Mintalah, Tuhan pasti memberi,
carilah kau pasti dapat.
Pintu dibukaNya bila kau ketuk.
Haleluya, Haleluya!

(3) Bukan makanan saja kau perlu;
paling perlu firman Allah
yang merupakan jaminan hidupmu.
Haleluya, Haleluya!

(4) Jika berkumpul dalam namaKu
dua atau tiga orang.
Di situ Aku berada di tengah.
Haleluya, Haleluya!

PKJ No. 104  ESA TUHAN KITA, YESUS PUTRA ALLAH

Syair dan lagu: Bonar Gultom (Gorga), 1988

do = d    4 ketuk

(1) Esa Tuhan kita Yesus Putra Allah
esa iman kita di dalam diriNya.

(2) Esa pengharapan, esa kasih juga,
esa Gereja kita di seluruh Indonesia.

(3) Timur atau Barat, di seluruh jagat,
Selatan dan Utara kita satu adanya.

PKJ No. 105  GEREJA BAGAI BAHTERA

Syair dan lagu: Ein Schiff das sich Gemeinde nennt, Martin G. Schneider, 1963,
Terjemahan: Yamuger, 1988

la = c   4 ketuk

(1) Gereja bagai bahtera di laut yang seram
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Mengamuklah samudera dan badai menderu;
gelombang zaman menghempas, yang sulit ditempuh.
Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih:
Betapa jauh, di manakah labuhan abadi?

Refrein:
Tuhan, tolonglah! Tuhan, tolonglah!
Tanpa Dikau semua binasa kelak.
Ya Tuhan, tolonglah.

(2) Gereja bagai bahtera pun suka berhenti,
tak menempuh samudera, tak ingin berjerih
dan hanya masa jayanya selalu dikenang,
tak ingat akan dunia yang hampir tenggelam!
Gereja yang tak bertekun di dalam tugasnya,
tentunya oleh Tuhan pun tak diberi berkah!

(3) Gereja bagai bahtera diatur awaknya,
setiap orang bekerja menurut tugasnya.
Semua satu padulah, setia bertekun,
demi tujuan tunggalnya yang harus ditempuh.
Roh Allah yang menyatukan, membina, membentuk
di dalam kasih dan iman dan harap yang teguh.

(4) Gereja bagai bahtera, muatannya penuh,
beraneka manusia yang suka mengeluh,
yang hanya ikut maunya, meng’ritik dan sok tahu,
sehingga bandar tujuan menjadi makin jauh.
Tetapi bila umatNya sedia mendengar,
tentulah Tuhan memberi petunjuk yang benar.

(5) Gereja bagai bahtera di laut yang seram,
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Hai kau yang takut dan resah, kau tak sendirian;
teman sejalan banyaklah dan Tuhan di depan!
Bersama-sama majulah, bertahan, berteguh;
tujuan akhir adalah labuhan Tuhanmu!

PKJ No. 106  SATUKAN KAMI, YA TUHAN

Syair dan lagu: Bind us together, Lord, Bob Gillman,
Terjemahan: Yamuger, 1998.

do = f    6 ketuk (2 x 3)

Satukan kami, ya Tuhan,
satukan dengan ikatan yang kuat.
Satukan kami, ya Tuhan,
satukan dengan kasihMu yang kekal.
Allah yang Esa, Raja yang Esa,
umatpun esa, pujian bergema.

PKJ No. 107  SATUKANLAH KAMI, TUHAN

Syair dan lagu: A. K. Saragih

do = a   4 ketuk

(1) Satukanlah kami, Tuhan,
di dalam kasihMu Tuhan.
Bimbing langkah kami,
langkah yang benar.
Taburkanlah damai
yang menyatukan.

(2) Tiada kuasa kami, Tuhan,
hadapi semua godaan.
Ulurkan tanganMu
di perjalanan,
agar jangan ragu
di persimpangan.

(3) Hanya oleh kuasaMu, Tuhan,
benteng perlindungan kami;
yang menyelamatkan
di saat lengah.
Dari musuh jahat
kami amanlah.

(4) Kau Nakhoda kami, Tuhan,
hingga tiba di tujuan.
Engkau Sang Pedoman,
tiang yang teguh.
Satukanlah kami
dalam baht’raMu.

PKJ No. 108  SEGALA BANGSA DUNIA

Syair: Lobt Gott den Herrn, ihr Heiden all, berdasarkan Mazmur 117, Joachim Sartorius (+/- 1553-1600),
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1998,
Lagu: Melchior Vulpius, 1609

do = f   6 ketuk (3 x 2 dan 2 x 3)

(1) Segala bangsa dunia, mari memuji Tuhan!
Megahkan Dia s’lamanya, lagu syukur lantunkan!
Terimalah anugerah dan damai kerajaanNya.
Nyanyilah Haleluya!

(2) Betapa hebat rahmatNya yang nyata atas kita,
penuh berkat karunia dan sarat sukacita!
Kasih setia janjiNya tetap selama-lamaNya.
Nyanyilah Haleluya!

PKJ No. 109  SEGALA BANGSA, MARILAH

Syair: O Many People of All Lands, Natty G. Barranda (Filipina), 1980,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1989,
Lagu: Lois F. Bello (Filipina), 1981, nama lagu: Maternidad (Sound The Bamboo 21)

la = f   3 dan 2 ketuk

(1) Segala bangsa,
marilah, puji Penciptamu!
Baktikanlah kepadaNya
ragam budayamu!

(2) Dengan aneka logatmu
berpadu suaralah!
Bersuka ria bersyukur
atas karunia!

(3) O Surya Hidup berseri,
penuh anugerah:
cahaya, tenaga, rezeki:
Engkaulah sumbernya.

(4) O Sumber ilham cemerlang,
jadikan umatMu
berdaya cipta
tak lekang di KerajaanMu.

(5) Biarlah kami tegerak,
pun di tempat kerja,
membagi kasih dan berkat
untuk semuanya.

PKJ No. 110  SEPERTI TUHAN YESUS DI DALAM ALLAH BAPA

Syair dan lagu: Bonar Gultom (Gorga), 1988

la = d   4 ketuk

Seperti Tuhan Yesus di dalam Allah Bapa,
umatNya juga satu di dalam Tuhannya;
di Timur atau Barat, Selatan dan Utara
Gereja Tuhan esa di s’luruh dunia.

PKJ No. 111  DIRIKU TAK BETAH DI DALAM DUNIA

Syair dan lagu: This World is Not My Home, Anonim,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = g   4 ketuk

(1) Diriku tak betah di dalam dunia;
‘kusimpan hartaku di sorga mulia.
Suara Tuhanku memanggil diriku
agar ‘kubersamaNya di dalam sorga baka.

Refrein:
Ya Tuhanku, Kau Jurus’lamatku,
terpisah dariMu, celaka diriku.
Suara Tuhanku memanggil diriku
agar ‘ku bersamaNya dalam sorga baka.

(2) Saudara yang pergi mendahuluiku;
menanti diriku yang juga ditebus;
‘kutahu Penolongku membimbing diriku
agar ‘ku bersamaNya di dalam sorga baka.

(3) Kehidupan kekal t’lah jadi milikku;
‘ku akan bergemar di sorga cemerlang
bersorak yang menang pujian menggegar
saat ‘ku bersamaNya dalam sorga baka.

PKJ No. 112  HAI, DENGAR NYANYIAN SUCI

Syair: Hark! The Sound of Holy Voices, Christopher Wordsworth (1807 – 1855),
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1984,
Lagu: Tradisional Belanda, +/- 1700

do = g   4 ketuk

(1) Hai, dengar nyanyian suci di pesisir laut kristal:
Haleluya, Haleluya, puji Allah yang kekal!
Tak terbilang yang bernyanyi, bagai bintang banyaknya,
berpakaian jubah putih, palma dalam tangannya.

(2) Kaum leluhur, nabi, raja, yang menanti Almasih,
rasul, martir dan penginjil yang bersaksi, berjerih,
para pendahulu kita yang berdoa tak lelah,
kini mengagungkan Tuhan, bersyukur padaNya.

(3) Waktu usai kesusahan dibersihkan jubahnya
dalam darah Anak domba, Penebus yang mulia;
dari siksa dan penjara, penghinaan dan pedang,
atas Iblis pun mereka dalam Kristus t’lah menang.

(4) Berpegangkan panji salib laskar jaya dan megah
ikut Dikau, Jurus’lamat, Raja da Panglimanya,
ikut Dikau menderita, riang dan tetap teguh,
ikut Dikau dalam maut, ikut dalam hidupMu.

(5) Kini mulia mereka, kini jalannya cerah,
kini diberi padanya, air hidup yang baka;
kasih kurnia abadai, kebenaran yang teguh
dalam sinar Sang Tritunggal dinikmatinya penuh.

(6) Putra Tunggal Tuhan Allah, Cah’ya dari T’rang kekal,
Pemersatu kawananMu, TubuhMu, Imanuel,
o, curahkan pada kami kepenuhanMu terus,
hingga kami muliakan Bapa, Putra, Roh Kudus.

PKJ No. 113  KELAK AKAN BERJUMPA

Syair: Lebt wohl, wir sehn uns wieder,
Terjemahan: E. L. Pohan Shn.,
Lagu: J. U. Wehrli (+ 1839)

do = es    4 ketuk

(1) Kelak akan berjumpa teman yang seiman,
di saat kita sampai di sorga cemerlang,
di sorga cemerlang, di sorga cemerlang.

(2) Mari melawan dosa dengan hati tegar.
Janganlah kau terlena di dunia yang fana,
di dunia yang fana, di dunia yang fana.

(3) Kelak akan berjumpa seluruh umatNya
di sisi Allah Bapa, di saat t’lah menang,
di saat t’lah menang, di saat t’lah menang.

PKJ No. 114  ‘KU INI ADALAH MUSAFIR

Syair: The Wayfaring Stranger,
Terjemahan: E. L. Pohan (1917 – 1993),
Lagu: Spiritual Amerika

la = e   3 ketuk

(1) ‘Ku ini adalah musafir
yang di buana berlelah.
Di negeri yang aku tuju
tiada duka dan kesah.
Di sana akan kujumpai
taulanku yang dulu pergi.

Refrein:
‘Ku seb’rangilah sungai Yordan,
ke neg’ri yang berseri.

(2) Awan gelap menyelubungku,
jalan berduri dan terjal.
Namun kulihat di depanku
neg’riku indah dan kekal.
Di sana tiada air mata,
tiada orang bersedih.

(3) Akan kupuji nama Yesus
yang memanduku di gelap.
Bersama handai menyanyikan
puji-pujian menggegap.
‘Kan kukenakanlah mahkota
yang oleh Tuhan diberi.

PKJ No. 115  KAMI MENANTI KEDATANGANMU

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998

la = b  3 ketuk

(1) Kami menanti kedatanganMu.
Bawalah kami pun di sorgaMu.

Refrein:
Datanglah, ya Yesus, datanglah!
Satukan kami di k’rajaanMu,
Satukan kami di k’rajaanMu.

(2) Mungkin datangmu di pagi cerah
atau datangMu di malam pekat.

(3) Pekik Hosana megah terdengar
malaikat turut bernyanyi gebyar.

(4) Hilang ratapan dan tangis sedih.
Lenyaplah duka dan maut perih.

PKJ No. 116  NYANYIKAN BAGINYA NYANYIAN BARU

Syair dan lagu: M. Karatem

do = f   4 ketuk

Nyanyikan bagiNya nyanyian baru;
Kristus Raja! Haleluya!
Manusia lama menjadi baru
oleh kasihNya. Haleluya!
Hai seluruh alam, agungkan nama Tuhan.
Kita hidup dalam kasih setiaNya.
Nyanyikan bagiNya nyanyian baru;
Kristus Raja! Haleluya!

PKJ No. 117  ADA YANG TANYA

Syair dan lagu: Some Folks May Ask Me/He is my Everything, Anonim,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = g   4 ketuk

Ada yang tanya kepadaku.
Siapa Yesus yang jadi junjunganku.
Dia Jurus’lamat dan Tuhanku;
artinya kub’ritahukan kepadamu:
Dia segalanya bagi diriku:
Dia segalanya dalam hidupku.
Dia mati bagiku, aku jadi baru
Dia ingin menjadi Jurus’lamatmu.

PKJ No. 118  AGAR SEMUA ORANG PERCAYA

Syair dan lagu: Bonar Gultom (Gorga), 1998, berdasarkan Yohanes 17:21

do = d   2 ketuk

(1) Agar semua orang percaya
menjadi satu di dalam Bapa,
seperti Yesus di dalam Bapa,
seperti Bapa di dalam Yesus.

Refrein:
Itulah doa Tuhanku Yesus
agar bahagia orang percaya.
Itulah doa yang sangat tulus
agar bahagia orang percaya.

(2) Gereja Tuhan di dalam dunia
walau bhinneka, ya tunggal ika,
tersebar luas di dalam dunia,
di dalam Tuhan Esa adanya.

PKJ No. 119  YA, TUHAN ALLAH

Syair: Ah Lord God, berdasarkan Yeremia 32:17-19,
Disusun oleh Yamuger, 1998,
Lagu: Kay Chance

do = d   4 ketuk

Ya, Tuhan Allah,
Kau yang menjadikan langit bumi
dengan kuasaMu, ya Tuhan Allah,
Kau yang menjadikannya
dengan lengan terentang.
Tiada yang mustahil untukMu,
tiada yang mustahil untukMu!
Ya Allah yang besar,
agung dalam perbuatanMu.

Tiada, tiada satupun,
tiada, tiada yang mustahil untukMu!

PKJ No. 120  ALLAH BAPA, KAMI PUJI ENGKAU

Syair dan lagu: Heavenly Father, We Appreciate You, Anonim,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = g   3 ketuk

(1) Allah Bapa, kami puji Engkau,
Allah Bapa, kami puji Engkau.
Kami cinta Engkau
dan sujud di depanMu,
Allah Bapa, kami puji Engkau.

(2) Putra Allah, kami agungkan Kau,
Putra Allah, kami agungkan Kau.
Kau selamatkan kami memb’ri hidup baru,
Putra Allah, kami agungkan Kau.

(3) Roh Kudus, Engkau Penghibur kekal,
Rohul Kudus, Kau Penghibur kekal.
Kau memimpin, Kau tinggal dalam hati kami,
Roh Kudus, Engkau Penghibur kekal.

PKJ No. 121  ANDAIKAN KASIHMU TIDAK MERANGKULKU

Syair: Wenn Gott nicht gnadig war,
Terjemahan: E. L. Pohan Shn., 1978,
Lagu: Tradisional Jerman, +/- 1800

do = f   3 ketuk

(1) Andaikan kasihMu tidak merangkulku,
aku lemah. Seluruh hidupku
tidaklah menentu, lelah, resah.

(2) Kau ulur tanganMu menuntun langkahku
yang tersendat; dan dengan darahMu
Kau uras jiwaku keji sesat.

(3) Terasa amanlah hatiku, menyerah
kepadaMu. Kuatirku lenyap;
jalanku ‘kan tetap bersamaMu.

(4) Kirimlah Roh Kudus memimpinku terus
di jalanMu. Nanti di sorgaMu
kupuji kasihMu genap megah.

PKJ No. 122   DALAM NAMA YESUS KITA BERTELUT

Syair: At The Name of Jesus, Caroline M. Noel, 1870, berdasarkan Filipi 2:5-11,
Terjemahan: Rudy R. Pantou dan Yamuger, 1998 – 1999,
Lagu: John Michael Brierly, 1960, Camberwell (c) 1960, Josef Weinberger Limited, dengan ijin.

do = c   4 ketuk

(1) Dalam nama Yesus kita bertelut,
dan mengakuiNya Raja mulia.
Kita menyebutNya Tuhan semesta.
Dialah Sang Firman Allah yang hidup.

(2) Dunia tercipta oleh firmanNya,
juga bala sorga dan malaikatNya,
takhta dan penguasa, bintang cemerlang,
itu seluruhnya karya firmanNya.

(3) Turun dari sorga, Yesus namaNya,
jadi Jurus’lamat bagi dunia;
taat sampai mati, bangkit dan menang;
namaNya tertinggi agung mulia.

(4) Dalam cinta kasih panggil namaNya,
takjub mengagumi kebesaranNya.
Allah Jurus’lamat, Kristus Tuhanmu;
namaNya kekal dipuji, disembah.

(5) Bukalah hatimu jadi tempatNya,
agar Dia masuk menyucikannya.
Dialah Rajamu kuasaNya penuh
yang memelihara s’luruh hidupmu.

PKJ 123   DENGAN YESUS DI DALAM P’RAHU

Syair dan lagu: With Christ In The Vessel, Anonim,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = bes  4 ketuk

Dengan Yesus di dalam p’rahu
aku tenang, aku tenang, aku tenang.
Dengan Yesus di dalam p’rahu
aku tenang di badai yang seram.
Pulang berlabuh, pulang berlabuh,
dengan Yesus di dalam p’rahu
aku senang berlabuh dan menang.

PKJ No. 124  DI SAAT INI KAU PERLU TUHAN

Syair dan lagu: In Times Like These, Ruth Caye Jones,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = as   4 ketuk

(1) Di saat ini kau perlu Tuhan,
di saat ini kau perlu jangkar.
Haruslah kau, haruslah kau,
menambatkannya pada Batu Karang.

Refrein:
Ialah Yesus, Sang Batu Karang.
Juruselamat satu-satunya.
Haruslah kau, haruslah kau,
menambatkan diri pada Batu Karang.

(2) Di saat ini kau perlu firman,
di saat ini janganlah diam.
Haruslah kau, haruslah kau,
teguh berpaut pada Batu Karang.

(3) Di saat ini Yesus Tuhanku.
Tempat berpaut jangkar hidupku.
Aku yakin, aku yakin,
aku terpaut pada Batu Karang.

PKJ No. 125  DIA SANGGUP

Syair dan lagu: He’s Able, Paul E. Paino,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = f   4 ketuk

Dia sanggup, Dia sanggup! ‘Ku tahu Dia sanggup.
Tuhanku sanggup menyelamatkanku.
Yang hancur dipulihkan, dibuka belenggu,
yang buta dicelikkan dan yang lumpuh pun sembuh.

PKJ No. 126  HANYALAH YESUS JURUSELAMAT

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998

do = bes   9 ketuk (3 x 3)

(1) Hanyalah Yesus Juruselamat,
Dialah sumber hidup baka.
Layaklah Dia terima kuasa,
puji dan hormat selamanya!

Refrein:
Hanyalah Yesus Juruselamat;
aib dan dosa dihapusNya.
Hanyalah Yesus Juruselamat;
hidup abadi dib’rikanNya!

(2) Tingginya langit tidak setinggi
kasih Tuhanku kepadaku.
Dalamnya laut tidak sedalam
kasih Tuhanku kepadaku.

(3) Meskipun susah maupun derita,
hanyalah Yesus penolongku.
Meski gelombang yang menghempaskan,
hanyalah Yesus penolongku.

(4) Di sinar surya aku bersuka
dan kuhayati hidup kekal.
Aku bersyukur atas rahmatNya.
Dalam kasihNya ‘ku dikenal.

PKJ No. 127  JADILAH, TUHAN, KEHENDAKMU

Syair: Have Thine own way, Lord!; Adelaide A. Pollard (1862 – 1934),
Terjemahan: Bait 1 dan 3: Tim Suplemen (dengan perubahan); bait 2 dan 4: Tim Nyanyian GKI, 1991,
Lagu: George C. Stebbins (1846 – 1945)
(c) Hope publishing, Co.

do = es   9 ketuk (3 x 3)

(1) Jadilah, Tuhan, kehendakMu:
‘ku tanah liat di tanganMu.
Bentuklah aku sesukaMu,
aku nantikan sentuhanMu.

(2) Jadilah, Tuhan, kehendakMu!
Sucikan hati, pikiranku.
Tiliklah aku dan ujilah
‘ku di depanMu sujud sembah.

(3) Jadilah, Tuhan, kehendakMu!
Segala kuasa di tanganMu.
Tolonglah, Tuhan, aku lemah,
jamahlah aku, kuatkanlah.

(4) Jadilah, Tuhan, kehendakMu!
Berilah RohMu kepadaku.
Kehidupanku kuasailah
hingga t’rang Kristus tampak cerah.

PKJ No. 128  KASIH TUHAN YESUS TIADA BERTEPI

Syair: YEA Rompas-Awuy dan Yamuger, 1998, berdasarkan Efesus 3:18-19 dan 1 Korintus 13:4, 13, Lagu: YEA Rompas-Awuy (dengan perubahan)

do = es   9 ketuk (3 x 3)

(1) Kasih Tuhan Yesus tiada bertepi:
Lebar, panjang, tinggi, dalam tak terp’ri,
walau melampaui akal kita yang fana
dengan orang kudus kenal kasih yang kekal.

(2) Iman dan harapan, kasih yang benar
dari ketiganya, kasih terbesar.
Kasih itu sabar, ia suka memberi,
tak megahkan diri tidak mengenal dengki.

(3) B’rikanlah, ya Tuhan iman yang teguh,
pengharapan sungguh, kasih yang penuh.
Dan yang terutama: kasih Tuhan tercermin
dalam hidup kami, senantiasa berseri.

PKJ No. 129  KAU PERKASA, ‘KU LEMAH

Syair dan lagu: I am weak, but Thou art strong/Just a closer walk with Thee; Anonim,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = c  4 ketuk

(1) Kau perkasa, ‘ku lemah,
jauhkan ‘ku dari cela.
Hatiku amat tent’ram
asal aku dekat padaMu.

Refrein:
Makin akrab padaMu Yesus,
ini doaku: Tiap hari, Tuhanku,
biar aku dekat padaMu.

(2) Dalam dunia yang kelam,
bila aku tenggelam,
tangan siapa terentang?
Hanya Kau, Tuhan, hanya Engkau!

(3) Saat Kau memanggilku
tuntun aku Tuhanku,
hingga pada sisiMu
di rumahMu ‘ku tinggal tetap.

PKJ No. 130  KITA ‘KAN MENANG

Syair dan lagu: We Shall Overcome, Anonim,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = c   4 ketuk

(1) Kita ‘kan menang,
kita ‘kan menang,
kita ‘kan menang kelak.

Refrein:
Dalam Kristus Tuhan
‘ku beriman, kita ‘kan menang kelak.

(2) Oleh kebenaran,
oleh kebenaran,
kita dimerdekakan.

(3) Tuhan yang menolong,
Tuhan yang menolong,
dalam pergumulanku.

(4) Hidup dalam damai,
hidup dalam damai,
hidup damai dan tent’ram.

Kita ‘kan menang,
kita ‘kan menang,
kita ‘kan menang kelak.

PKJ No. 131  ‘KU YAKIN TUHAN TUNTUN LANGKAHKU

Syair dan lagu: I Know The Lord will Make a Way for Me, Haldor Lillanas, 1885 – 1959,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = g   3 ketuk

(1) ‘Ku yakin Tuhan tuntun langkahku
serta membuka jalan bagiku.
Jika sungguh berserah dan berdoa padaNya,
Tuhan membuka jalan bagiku.

(2) ‘Ku yakin Tuhan tuntun langkahku
serta membuka jalan bagiku.
‘Ku mencari wajahNya, maka malampun cerah;
Tuhan membuka jalan bagiku.

(3) ‘Ku yakin Tuhan tuntun langkahku
serta membuka jalan bagiku.
Bagi Dia hidupku, kata dan tindakanku;
Tuhan membuka jalan bagiku.

PKJ No. 132  LANGIT MENCERITAKAN

Syair dan lagu: Henkie Kotte, 1999, berdasarkan Mazmur 19

do = bes   3 ketuk

(1) Langit menceritakan kemuliaan Allah,
alam memberitakan karya tangan Tuhan.
Tidak ada berita, juga kata-kata,
namun gemanya terpancar ke s’luruh dunia.

Refrein:
Hai percaya padaNya, jangan takut dan gentar,
kar’na kasih dan lindunganNya abadi.

(2) Taurat Tuhan sempurna, menyegarkan jiwa,
perintahNya pun murni menyenangkan hati,
kasih dan kuasaNya, bumi pun bergetar.
Dia pelindung dan perisai selamanya.

PKJ No. 133  LAUTAN RAHMAT ABADI

Syair: H. A. Pandopo, 1998,
Lagu: Tradisional Inggris (O waly, waly)

do = g  3 ketuk

(1) Lautan rahmat abadi,
gelombang kasih Ilahi,
biar anakMu berteduh
di haribaan damaiMu.

(2) Engkau rahmani dan rahim,
pembungkus jiwa yang sedih,
pengayom hati yang resah,
pengasuh makhluk yang lemah.

(3) Hati gelisah, tertekan,
letih lesu, penuh beban,
bagaikan bunda Kau sentuh
dengan sejuknya tanganMu.

(4) Ibarat air yang jernih,
penawar haus, pembersih,
Kau dirus batin yang tegar,
Kaubasuh sukma yang cemar.

(5) Angin sorgawi, kuasa Roh,
nyaman segar embusanMu:
di kekosongan yang sepi
hidup yang baru Kau beri.

(6) Buatlah kami ini pun,
yang lahir dari dalamMu,
oleh kasihMu tersentak,
oleh rahmatMu tergerak.

PKJ No. 134  MENAKJUBKAN BENAR

Syair dan lagu: Isn’t He Wonderful, Anonim,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = a   4 ketuk

Menakjubkan benar, mengagumkan!
Yesus Tuhanku yang mulia!

(1) Orang buta celik; demikian sabdaNya,
Yesus Tuhanku yang mulia!

(2) Orang sakit sembuh; demikian sabdaNya,
Yesus Tuhanku yang mulia!

(3) Orang tuli mendengar; demikian sabdaNya,
Yesus Tuhanku yang mulia!

(4) Yang dirasuk dilepas; demikian sabdaNya,
Yesus Tuhanku yang mulia!

PKJ No. 135  O SUNGAI RAHMAT

Syair: O Healing River, send down your waters, Anonim,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1999,
Lagu: Afro American, kumpulan lagu CCA, Yesaya 45:8

do = bes   12 ketuk (4 x 3)

(1) O Sungai Rahmat, curahkan air,
sembuhkan bumi yang mengerang.
O Sungai Rahmat, curahkan air,
hapusakan darah yang menggenang.

(2) Gersanglah tanah, terbakar hangus;
benih tak tumbuh, kering, lemah.
O Sungai Rahmat, curahkan air
dan bumi ini s’lamatkanlah!

(3) Tumbuhkan damai dan kebebasan,
berakar dalam, subur mekar.
O Sungai Rahmat, curahkan air,
buatlah dunia sembuh benar!

PKJ No. 136  PADA BINTANG NYATA KARYANYA

Syair dan lagu: In the stars His handiwork/He’s ev’rything to me, Ralph Carmichael 19,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = bes   4 ketuk

Pada bintang nyata karyaNya,
lewat angin agung SabdaNya,
darat laut di bawah kuasaNya.
Apa maknanya?
Aku merayakan NatalNya,
yang tercantum di sejarahNya,
Ia membebaskan umatNya,
Apa maknanya?
Saat aku bertemu Dia,
kurasakan agung RahmatNya,
‘ku sadari Dia Tuhan
yang mempedulikanku,
yang tak menjauhkan diri.
Kini Dia pun bersamaku
dan menjaga tiap langkahku.
Dia kawan karib bagiku;
Dia segalanya!

PKJ No. 137   PUJILAH TUHAN, HAI JIWAKU

Syair: I’ll praise my Maker while I’ve breath, Isaac Watts (1674 – 1748), berdasarkan Mazmur 146, Terjemahan: H. A. Pandopo, 1999,
Lagu: G. Davis (1768 – 1824)

do = d  2 ketuk

(1) Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
Ingin sepanjang umurku
kumuliakan namaNya!
Selagi hidup diberi,
pun bila nafas berhenti,
kupuji Dia s’lamanya!

(2) Sungguh bahagia yang imannya
pada Pencipta semesta,
yang kesetiaanNya kekal.
Si miskin dientaskanNya,
yang lapar dikenyangkanNya:
terurus adil tiap hal.

(3) Yang tersekap dibebaskanNya,
mata si buta pun cerah,
tegaklah orang yang penat;
yang jujur dikasihiNya,
yang asing pun dijagaNya,
piatu diberi tempat.

(4) Tuhanlah Raja selamanya,
adil, setia hukumNya,
belas kasihanNya kudus.
Dia yang patut disembah:
nyanyikanlah “Haleluya!”
sekarang dan kekal terus!

PKJ No. 138  SETIAMU, TUHANKU, TIADA BERTARA

Syair: Great Is Thy Faithfulness, Thomas O, Chisholm, 1923,
Terjemahan: E. L. Pohan, +/- 1976/Yamuger, 1982,
Lagu: William M. Runyan, 1923

do = d  3 ketuk

(1) SetiaMu, Tuhanku, tiada bertara,
di kala suka, di saat gelap.
KasihMu, Allahku, tidak berubah,
Kaulah Pelindung abadi, tetap.

Refrein:
SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas *).

(2) Musim bertanam dan musim tuaian,
surya, rembulan di langit cerah,
bersama alam memuji, bersaksi
tentang setiaMu tak bercela.

(3) Ampunan dosaku, damai abadi,
kehadiranMu dan bimbinganMu,
kini kekuatan dan besok harapan:
Hujan berkat Kau beri padaku.

*) puas lelas = puas sekali

PKJ No. 139  TUHAN, YA ALLAHKU

Syair dan lagu: A. Sinaga, berdasarkan Mazmur 143:1,4,5

do = f   4 ketuk

(1) Tuhan, ya Allahku, dengarkan permohonanku.
Jawablah aku dalam kesetiaanMu karena keadilanMu.
Jawablah aku dalam kesetiaanMu karena keadilanMu.

(2) Hati dan semangat jiwaku pun lemah lesu.
Gundah gulana hatiku dalam tubuhku, aku teringat padaMu.
Gundah gulana hatiku dalam tubuhku, aku teringat padaMu.

(3) Aku merenungkan segala perbuatanMu
dan memikirkan segala kasih sayangMu. Jiwaku rindu padaMu.
dan memikirkan segala kasih sayangMu. Jiwaku rindu padaMu.

PKJ No. 140  TUHANKU BERJANJI

Syair dan lagu: Nothing Is Impossible, Eugene L. Clark, 1974,
Terjemahan: Yamuger, 1990,
(c) 1996, Renewal 1994 by The Good News Broadcasting Association, Inc. All rights reserved, dengan ijin

do = bes   6 dan 4 ketuk

(1) Tuhanku berjanji dengan firmanNya;
segala diatasiNya.
Yang paling tak mungkin dimungkinkanNya,
bagi yang beriman padaNya.

Refrein:

Tiada yang mustahil, asal kuat beriman.
Tiada yang mustahil bila firman kau pegang.
Firman Tuhanmu dengarkanlah: Tiada yang mustahil bagiNya!
Percayalah kepadaNya peganglah firmanNya;
segalah hal, segala hal menjadi mungkin beserta Tuhan.

(2) Meski kau digoncang gelombang cemas,
firmanNya tetap jangkarmu,
dan biar manusia lemah dan fana,
firman Tuhan pegangan teguh.

(3) Segalanya mungkin dengan firmanNya;
percaya dan aminkanlah!
JanjiNya selalu ditepatiNya,
tidak akan dipungkiriNya.

(4) Yang Mahakuasa, Khalik semesta,
mencipta dengan firmanNya.
Tak ada mustahil dihadapanNya;
alam raya dip’rintahkanNya.

PKJ No. 141  TUHANKU BESAR

Syair dan lagu: Our God is so big, Anonim,
Terjemahan: Yamuger, 1998

do = g   6 ketuk (2 x 3)

Tuhanku besar, yang Mahakuasa,
tiada yang mustahil bagiNya.
Tuhanku besar, yang Mahakuasa,
tiada yang mustahil bagiNya.
Alam semesta serta isinya
dibuatNya baik semuanya.
Tuhanku besar, yang Mahakuasa
tiada yang mustahil bagiNya.

PKJ No. 142   UNTUK APA SUSAH HATI

Syair: Warum sollt ich mich denn gramen, berdasarkan Ayub 1, 2 dan 42, Paul Gerhardt, 1655,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1998,
Lagu: Johann Georg Ebeling, 1666

do = f   2 dan 3 ketuk

(1) Untuk apa susah hati?
Bukankah Yesuslah kawanmu abadi!
Harta imanku tak hilang:
bagiku Penebus adalah jaminan.

(2) Saat lahirku di dunia,
nyatanya tiadalah milik yang ‘ku punya.
Tanpa milik apa jua,
akhirnya haruslah ‘ku berangkat pula.

(3) Aku bukan milik diri;
jiwaku, ragaku, Tuhan yang miliki.
Diberi dan diambilNya;
berserah s’lamanya ‘ku memuji Dia.

(4) Bila salib dan sengsara kutempuh,
tak perlu aku putus asa.
Aku tak perlu kuatir:
aku tahu, Tuhan mau susahku berakhir.

(5) Banyak hariku ceria;
apakah lawannya tidak kuterima?
Tuhan adil dan setia:
apapun nasibku, kuandalkan Dia!

(6) Tuhan, Sumber kesukaan,
diriku milikMu: tak ‘kan terpisahkan.
Aku yakin dan percaya:
Kau Terang, Kau Teman, untuk selamanya.

PKJ No. 143  YESUS TETAP MENGASIHI AKU

Syair dan lagu: Now I Belong to Jesus, Norman J. Clayton, 1943,
Terjemahan: Yamuger, 1998

do = g   4 ketuk

(1) Yesus tetap mengasihi aku;
kuasa gelap tak ‘kan memisahku;
bahkan nyawaNya Ia beri:
kini ‘ku milikNya.

Refrein:
Aku tetap milikNya,
Yesus pun milikku,
bukan untuk sementara,
tapi selamanya.

(2) Dulu ‘ku di kuasai dosa
Yesus s’lamatkan ‘ku yang bernoda;

‘ku dientaskan ‘ku ditebus:
kini ‘ku milikNya.

(3) Limpah meruah sukacitaku;
Yesus membuka rantai dosaku;
oleh darahNya ‘ku ditebus:
kini ‘ku milikNya.

PKJ No. 144  DIA KRISTUS

Syair dan lagu: Januar Ishak, 1997

do = bes  4 ketuk

(1) Dia Kristus, Imanuel, Raja Damai.
Dia Kristus, Dia Mesias, Putra Allah.
Firman yang hidup, Terang dunia,
Benteng yang teguh, Batu Kes’lamatan,
Dia Kristus, Sang Penebus, Domba Allah.
Dia Jalan Kebenaran, dan hidup.

Refrein:
Yesus, Yesus, Dia Kristus.
Yesus Kristus, Dia Tuhan.

(2) Dia Kristus, Sang Gembala dan Pembela.
Dia Kristus, Imam Agung tak bercela.
Pintu insani, Jalan ke sorga,
Hakim Rajani, Alfa dan Omega,
Dia Kristus, Raja kita, tak ‘kan goyah.
Dia Kristus, Allah kita s’lamanya.

PKJ No. 145  AKU MELANGKAH KE RUMAH TUHAN

Syair dan lagu: Esti W. Kristofera

do = bes   4 ketuk

(1) Aku melangkah ke rumah Tuhan
dalam iringan umat Kristus,
‘Ku mensyukuri berkat, rahmatMu,
yang sungguh banyak kepadaku.

Refrein:
Aku bersyukur kepadaMu, Tuhan,
atas berkatMu yang Kaulimpahkan.
Aku bersyukur kepadaMu, Tuhan,
atas kasihMu yang Kaucurahkan.

(2) Aku bersujud di hadiratMu;
kubawakan persembahanku.
Kuhaturkan kepadaMu, Tuhan,
kiranya Kau menerimanya.

(3) Aku serahkan hasil karyaku,
harta, tenaga, serta waktu.
Dari tanganMu jua asalnya,
bagi kemuliaanMu, Bapa.

(4) Aku berlutut di hadapanMu,
aku serahkan jiwa raga.
Karna Engkau menebus hidupku:
utuslah aku jadi saksi.

PKJ No. 146  BAWA PERSEMBAHANMU

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998

do = f   2 ketuk

(1) Bawa persembahanmu dalam rumah Tuhan
dengan rela hatimu, janganlah jemu.
Bawa persembahanmu, bawa dengan suka.

Refrein:
Bawa persembahanmu, tanda sukacitamu.
Bawa persembahanmu, ucaplah syukur.

(2) Rahmat Tuhan padamu tidak tertandingi
oleh apa saja pun dalam dunia.
Kasih dan karunia sudah kau terima.

(3) Persembahkan dirimu untuk Tuhan pakai
agar kerajaanNya makin nyatalah.
Damai dan sejahtera diberikan Tuhan.

PKJ No. 147  DI SINI AKU BAWA

Syair dan lagu: Dison adong huboan, Pensilwally,
Bahasa Indonesia: Yamuger, 1998

do = e  4 ketuk

(1) Di sini aku bawa, Tuhan,
persembahan hidupku, semoga berkenan.
Berapalah nilainya, Tuhan, dibandingkan
berkatMu yang t’lah Kau limpahkan.
T’rimalah, Tuhan, O t’rimalah, Tuhan!

(2) Tanganku yang kecil, ya Tuhan,
belum mencari makan sendiri, ya Tuhan.
Terimalah hatiku, Tuhan, menjadi
persembahan yang Tuhan perkenan.
T’rimalah, Tuhan, O t’rimalah, Tuhan!

(3) Kuingat firmanMu, ya Tuhan,
yang mengajarkan kami mengingat yang kecil:
Berkati semuanya, Tuhan, supaya
persembahan tetap mengalir t’rus.
T’rimalah, Tuhan, O t’rimalah, Tuhan!

PKJ No. 148  T’RIMA KASIH YA TUHANKU

Syair dan lagu: Jerry Silangit, 1986/1988

do = f 4 ketuk

(1) T’rima kasih ya Tuhanku,
atas hari pemberianMu.
Hari baru limpah rahmat
dan dipenuhi oleh kasihMu.
Kaucurahkan pada umatMu,
Kaucurahkan pada umatMu.

(2) T’rima kasih atas waktu
yang Dikau tawarkan padaku,
agar dalam masa muda
aku belajar tentang kasihMu,
yang besar dan mulia itu,
yang besar dan mulia itu.

(3) ‘Kan kupakai waktu itu
melakukan tanggung jawabku
dan menolong sesamaku
menurut firman serta karyaMu,
kar’na itu makna kasihMu,
kar’na itu makna kasihMu.

(4) Puji syukur kuucapkan
atas waktu yang Kauciptakan.
Kutaati, kuhargai
di dalam kata dan perbuatanku,
agar nyata hidup beriman,
agar nyata hidup beriman.

PKJ No. 149  UCAP SYUKUR PADA TUHAN

Syair: Helene Salamate Joseph,
Lagu: Tradisional Sangihe Talaud

do = d   2 ketuk

(1) Ucap syukur pada Tuhan
kar’na kita dis’lamatkan olehNya.
Senandungkanlah lagu baru,
senandungkanlah lagu baru bagiNya.

(2) Nyanyikanlah dengan riang
kar’na kasih setia Tuhan, nyanyilah.
Senandungkanlah lagu baru,
senandungkanlah lagu baru bagiNya.

(3) Muliakan nama Tuhan
kar’na kuasanya abadi, muliakan.
Senandungkanlah lagu baru,
senandungkanlah lagu baru bagiNya.

PKJ No. 150  YA TUHAN, HANYA INILAH

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1999

do = c  6 ketuk (2 x 3)

(1) Ya Tuhan, hanya inilah
yang patut kuberi padaMu;
ungkapan syukur apalah,
dibanding berkat karuniaMu?

(2) Pemb’rian janda miskin pun
Engkau lihat ketulusannya,
tiliklah juga hatiku,
saat kubawa persembahan.

(3) Semua harta kami pun
bersumber hanya kepadaMu,
dengan bersuka bergemar
kupersembahkan kepadaMu.

(4) KasihMu nyata s’lamanya
sepanjang hidup di dunia.
Di kala suka dan senang
hanyalah Engkau jaminannya.

(5) Pujian dan hormat t’rimalah,
ya Tuhan, sumber s’gala berkat;
di tiap waktu dan tempat,
naiklah syukur kepadaMu.

PKJ No. 151   PADAMU, TUHANKU, KUBAWA DOSAKU

Syair dan lagu: Elly Toisuta

do = bes  4 ketuk

(1) PadaMu, Tuhanku, kubawa dosaku,
segala salahku melanggar firmanMu.

Refrein:
Hapuskan dosaku, sucikan diriku.
Jadikan diriku anakMu yang benar.

(2) PadaMu, Tuhanku, kumohon kuasaMu,
supaya ‘kuteguh mengikut firmanMu.

(3) PadaMu, Tuhanku, kubawa diriku.
Ajari diriku cinta sesamaku.

PKJ No. 152   PADAMU, TUHAN, KUSERAHKAN JIWA RAGAKU

Syair dan lagu: Helene Salamate Joseph

do = d  4 ketuk

(1) PadaMu, Tuhan, kuserahkan jiwa ragaku.
Menjadi hamba yang setia, taat padaMu.
Kuatkan aku, ya Tuhan, di dalam cobaan,
sehingga imanku teguh dan tahan godaan.

(2) PadaMu, Tuhan, kuberikan janji yang teguh
mengikut Dikau, Tuhanku, seumur hidupku.
Teguhkan aku, ya Tuhan, di dalam tugasku,
agar seluruh hidupku memuliakanMu.

(3) PadaMu, Tuhan, kumohonkan kasih kurnia,
selamat dan sejahtera di jalan hidupku.
Penuhi aku, ya Tuhan, dengan Roh KudusMu,
menjadi saksi firmanMu di dalam dunia.

PKJ No. 153  PAKAILAH SELURUH HIDUPMU

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998

do = g  3 ketuk

(1) Pakailah seluruh hidupmu
dalam ladang dunia.
Tiap harta dan talentamu
pergunakan bagiNya.

Refrein:
Berkat Tuhan tersedia
bagi orang yang meminta;
Dia tahu yang kaubutuhkan
kini dan selamanya.

(2) Sungguh banyak waktu terbuang
untuk hal yang tak perlu.
Tuhan banyak beri peluang
menyalurkan karsamu.

(3) Ingatlah akan Penciptamu
pada masa mudamu.
Sebelum tiba hari tua,
persembahkan karyamu.

PKJ No. 154  SETIAKAH DIRIKU PADAMU

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1999

do = f  4 ketuk

(1) Setiakah diriku padaMu, Tuhanku?
Dan siapkah hatiku mengiringMu terus?
‘Ku harus mengaku tidak tekun,
semangat pun rentan
dan jiwaku yang rapuh
membuatku bercela.

(2) Kau panggil aku, Tuhan, ‘ku datang padaMu
dengan rendah hatiku kut’rima tugasku.
Kobarkan semangat di hatiku,
kuatkan imanku
dan tuntun aku, Tuhan,
arahkanlah niatku.

(3) Menapak jalan Tuhan, meski letih lesu,
tetap Engkau ‘kuturut, apapun maksudMu.
Engkaulah jalanku, kebenaranku,
Kaulah hidupku.
Jadikanlah hambaMu
berguna di ladangMu.

PKJ No. 155  AMBILLAH ROTI INI

Syair dan lagu: Bonar Gultom (Gorga), 1982

do = d  4 ketuk

(1) “Ambillah roti ini dan makanlah.
Roti ini adalah tubuhKu.”
Tubuh serta darah Tuhan Yesus
diberi lambang kasih yang tak terperi.
“Ambillah anggur ini dan minumlah,
semua kamu minum dari sini;
minuman ini adalah darahKu,
darah perjanjian, untukmu ditumpahkan.”
Tubuh serta darah Tuhan Yesus diberi,
lambang kasih yang tak terperi.

(2) “Ambillah roti ini dan makanlah.
Roti ini adalah tubuhKu.”
Sungguh tak bertara pengorbanan Penebus
agar manusia ditebus.
“Ambillah anggur ini dan minumlah,
semua kamu minum dari sini;
minuman ini adalah darahKu,
darah perjanjian, untukmu ditumpahkan.”
Sungguh tak bertara pengorbanan Penebus,
agar manusia ditebus.

PKJ No. 156   ANAKDOMBA  ALLAH

Syair dan lagu: M. Karatem

do = g   4 ketuk

(1) Anakdomba Allah, Yang menghapus dosa dunia.
Anakdomba Allah, kasihani kami, kasihani kami.

(2) Anakdomba Allah, Yang menghapus dosa dunia.
Anakdomba Allah, b’rilah kami damai, b’rilah kami damai.

PKJ No. 157   PERJAMUAN YANG KUDUS

Syair dan lagu: A. K. Saragih

do = g   4 ketuk

(1) Perjamuan yang kudus
bekal untuk iman,
dengan hati yang tulus
sembah pada Tuhan.

Refrein:
Tubuh Yesus, tubuh Yesus
makanan yang kudus.
Darah Yesus, darah Yesus
minuman yang kudus.

(2) Sekarang aku datang
membawa dosaku,
dengan sesal dan malu
berbalik padaMu.

(3) Ya Tuhan, aku susud
di kaki salibMu,
memohon pengampunan;
hapuskan dosaku.

(4) Kulihat kedamaian
di salib yang kudus,
yang s’lalu memancarkan
kasihMu yang kudus.

PKJ No. 158  TUHAN, B’RILAH RAHMATMU

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1999

do = e   4 ketuk

(1) Tuhan, b’rilah rahmatMu bagi kedua mempelai;
rumah tangganya penuh kasih sayang mesra.

Limpahkan damai dalam cintanya
agar padu dalamMu bahagia kekal.

(2) Di setiap langkahnya firmanMulah pemandunya.
Janji yang diikrarkan biar kokoh teguh.
B’rilah berkatMu dalam cintanya;
curahkanlah kasihMu, sukacita penuh.

(3) T’rima kasih, ya Tuhan, Kaupersatukan mempelai.
B’rilah keturunannya membawa bahagia.
Hanya kasihMu dasar cintanya.
Dalam rumah tangganya Tuhan hadir tetap.

PKJ No. 159  YA TUHAN, PADA HARI INI

Syair dan lagu: Jerry Silangit, 1998

do = bes 4 ketuk

(1) Ya Tuhan, pada hari ini hadir di hadapanMu
dua hati yang t’lah berjanji hidup dalam kasihMu,
kar’na iman yang membuat pengharapannya teguh,
datang bertelut di altarMu, berserah kepadaMu.

(2) Manusia tidak berdaya menentukan hidupnya,
tapi jika Engkau izinkan, bahagia miliknya.
Berkenanlah Kau kiranya memberikan berkatMu,
agar dalam rumah tangganya namaMu dipujinya.

PKJ No. 160  BANGKIT, YA ‘KU BANGKITLAH KELAK

Syair: Auferstehn, ja auferstehn wirst du, Friedrich Gottlieb Klopstock, 1758,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1998,
Lagu: Karl Heinrich Graun, 1758

do = bes   3 ketuk

(1) Bangkit, ya ‘ku bangkitlah kelak, tidurku sejenak;
hidup sempurna ‘ku diberi di sorga.
Haleluya, Haleluya!

(2) Agar tumbuh, gandum dibenam, pun ‘ku demikian
‘kan digabungkan dengan tuaian Tuhan.
Haleluya, Haleluya!

(3) Pada hari yang penuh syukur ‘ku nyanyi bermazmur:
dari kuburan ‘ku dibangkitkan Tuhan.
Haleluya, Haleluya!

(4) ‘Ku diantar oleh Penebus ke dalam Bait kudus;
bersukaria kumuliakan Dia:
Haleluya, Haleluya!

PKJ No. 161  BERISTIRAHAT ORANG YANG BERIMAN

Syair dan lagu: Wie sie so sanft ruhn, Friedrich B. Beneken, 1787,
Terjemahan: T. Lubis, 1998

do = f   3 ketuk

(1) Beristirahat orang yang beriman
yang memenangkan perjuangan besar.
Perbuatannya mengikutinya
ke dalam sorga, tempat bahagia.

(2) Air matamu dihapus Tuhanmu;
dulu menangis di waktu bersemai,
kini bersuka saat menuai,
penuh harapan, iman dan kasih.

(3) Dan bila nanti Yesus memanggilmu,
dengan suaraNya pusara ditembus,
maka yang fana dan duniawi
‘kan bangkit dalam wujud sorgawi.

(4) Puji dan hormat bagiMu, ya Tuhan,
atas berkatMu dan pemberianMu:
orang yang mati di dalam Yesus
akan tetap hidup dalam Dia.

PKJ No. 162   ADA SAATNYA KITA JUMPA

Syair: Bonar Gultom (Gorga), 1999,
Lagu: Tading ma ham, Taralamsyah Saragih, Tradisional Batak Simalungun

do = a  4 ketuk

(1) Ada saatnya kita jumpa,
ada saatnya kita pisah.
Bila sedih, bersusah hati,
Yesus menghibur, mengobati.

Refrein:
Kiranya Tuhan melindungi,
sampai kelak berjumpa lagi.

(2) Di dalam Yesus kita satu,
dekat dan jauh tak usah risau.
Jangan gentar dan jangan ragu,
di dalam doa kita padu.

PKJ No. 163   BILA DUKA MENERPA

Syair dan lagu: Fridel Eduard Lango, 1992

do = d   3 ketuk

(1) Bila duka menerpa, janganlah kau bersedih.
Carilah Yesus Tuhanmu selalu.
Tak ‘kan dibiarkanNya hidupmu sendiri,
kasih Yesus s’lalu besertamu.

Refrein:
Yesus pasti memberi kedamaian yang penuh.
Dia Batu Karang yang teguh, yang teguh.

(2) Hidupmu bagaikan daun, segera ‘kan layu.
Demikian hidup manusia.
Firman Tuhan yang kekal diberi padamu;
peganglah dengan teguh s’lamanya.

(3) Aku datang bertelut di depanmu, Tuhan,
kuserahkan diriku padaMu.
Penghiburan yang Kau b’ri meneguhkan iman.
Kini jiwaku tent’ram sertaMu.

PKJ No. 164  JALAN HIDUP TAK SELALU

Syair: Love’s Rainbow, Flora Kirkland,
Terjemahan: E. L. Pohan (1917 – 1933),
Lagu: I. H. Meredith (1872 – …)

do = d   3 ketuk

(1) Jalan hidup tak selalu tanpa kabut yang pekat,
namun kasih Tuhan nyata pada waktu yang tepat.
Mungkin langit tak terlihat oleh awan yang tabel,
di atas nyalah membusur p’langi kasih yang kekal.

Refrein:
Habis hujan tampak p’langi bagai janji yang teguh,
di balik duka menanti p’langi kasih Tuhanmu.

(2) Jika badai menyerangmu, badai turun menggelap,
carilah di atas awan p’langi kasih yang tetap.
Lihatlah warna-warninya, lambang cinta yang besar,
Tuhan sudah b’ri janjiNya, jangan lagi ‘kau gentar.

(3) Jauhkan takut putus asa, walau jalanmu gelap,
perteguh kepercayaan dan langkahmu pertegap.
“Tuhan itu ada kasih”, itulah penghiburmu,
di atas duka bercahaya p’langi kasih Tuhanmu.

PKJ No. 165  JANJI YANG MANIS

Syair dan lagu: I Will Not Forget Thee, Charles H. Gabriel (1856 – 1932),
Terjemahan: E. L. Pohan (1917 – 1933)

do = as   4 ketuk

(1) Janji yang manis: “Kau tak Kulupakan”,
tak terombang-ambing lagi jiwaku.
Walau lembah hidupku penuh awan,
nanti ‘kan cerahlah langit di atasku.

Refrein:
“Kau tidak ‘kan Aku lupakan, Aku memimpinmu,
Aku membimbingmu; Kau tidak ‘kan Aku lupakan,
Aku Penolongmu, yakinlah teguh”.

(2) Yakin ‘kan janji: “Kau tak Kulupakan”,
dengan sukacita aku jalan t’rus.
Dunia dan kawan tiada kuharapkan,
satu yang setia: Yesus, Penebus.

(3) Dan bila pintu sorga dibukakan,
selesailah sudah susah dan lelah.
‘Kan kudengarlah suara mengatakan:
“Hamba yang setiawan, mari masuklah”.

PKJ No. 166  TENANG DAN SABARLAH

Syair: Be Still, My Soul; Katharina von Schlegel, 1752, bahasa Inggris oleh Jane Borthwick, 1855,
Terjemahan: E. L. Pohan (bait 1, 2 dan 4), 1966; Yamuger (bait 3), 1987,
Lagu: Jean Sibelius (1865 – 1957) (Finlandia)

do = f   4 ketuk

(1) Tenang dan sabarlah, wahai jiwaku.
Tahan derita, jangan mengeluh.
Serahkan sajalah pada Tuhanmu
segala duka yang menimpamu.
Allah setia, tak mengecewakan
yang di naunganNya ingin berteduh.

(2) Tenang dan sabarlah, wahai jiwaku.
Biarkan Tuhan yang memimpinmu,
sebab di tangan Allah masa lampau,
dikendalikan masa depanmu.
Gelombang dahsyat tak kan menerpamu
kar’na di bawah kuasa Tuhanmu.

(3) Tenang dan sabarlah, wahai jiwaku;
bila berpulang sobat terdekat
dan ‘kau dirundung oleh kesedihan,
Tuhan mengangkat duka yang berat.
Kasih karunia akan kau terima
dari Tuhanmu, Sumber Alhayat.

(4) Tenang dan sabarlah, wahai jiwaku.
Sebentar lagi saat tibalah
bahwa engkau berjumpa dengan Dia
yang menghiburmu di masa lelah.
Di sanalah engkau ‘kan memujiNya,
menyanyi riang s’lama-lamanya.

PKJ No. 167   BURUNG MURAI BERNYANYI

Syair: Anonim,
Lagu: Tradisional Irian Jaya

do = f   4 ketuk

(1) Burung murai bernyanyi riang gembira,
tanda malam berganti siang ceria.

Ya, Tuhan Allah, Raja alam raya,
padaMu saja kami pun percaya.

(2) Fajar terang t’lah datang mengusir malam
dan kegelapan dosa t’lah dienyahkan.
Kristus Tuhanlah Fajar kebangkitan
yang sudah mengalahkan kematian.

(3) Kini kami terbangun menyambut pagi
dan menikmati kasih sepanjang hari.
Ya Tuhan, Kaulah hari Kebenaran,
anugerahkan kami pengharapan.

PKJ No. 168  PADA PAGI INI YANG CERAH

Syair dan lagu: R. Pogalin

do = g   4 ketuk

(1) Pada pagi ini yang cerah,
aku datang padaMu.
Kunyanyikan lagu yang merdu
atas karya agungMu.

Refrein:
Alangkah ajaib kuasaMu
yang tiada bandingnya.
Langit bumi karya tanganMu
dan seluruh isinya.

(2) Indah bunga-bunga di lembah,
hijau sawah ladangnya.
Hutan rimba luas membentang,
karya agung tanganMu.

(3) Bulan, matahari, bintang pun,
darat serta lautan
Tuhan menciptakan semesta;
muliakan namaNya!

PKJ No. 169   SURYA KENCANA, RIANG DAN RAMAH

Syair: Die guldne Sonne voll Freud und Wonne, Paul Gerhardt, 1607-1676,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1991,
Lagu: Johann Georg Ebeling, 1666

do = f    6 ketuk (2 x 3)

(1) Surya kencana, riang dan ramah,
sesudah malam membuat alam
bermandi cahya segar berseri.
Semalam suntuk terbaring tubuhku;
kini ‘ku bangun; dengan rasa kagum
kupandang langit ceria jernih.

(2) Indah sempurna ciptaan Tuhan:
‘Ku terkesima takjub melihat karya
tanganNya yang agung megah.
Bukankah itu perlambang bagiku
yang di warnai semarak sorgawi:
KerajaanNya di cah’ya baka.

(3) Angkatlah gita bagi Pencipta
dan persembahkan bermurah tangan
yang kepadaNya kudus berkenan.
Pemb’rian kita yang paling mulia
itulah hati bersyukur sejati;
kurban yang harum bagaikan menyan.

(4) Siang dan malam umatNya aman:
tangan Ilahi ‘kan memberkahi
yang kepadaNya terus berserah.
Kita terbaring dan Tuhan pun hadir;
kita terjaga dan Ia siaga;
siang dan malam wajahNya cerah.

(5) Bapa di sorga, padaMu jua
‘ku pasrah diri di pagi ini;
bersama Tuhan mulai langkahku.
Tolong kulawan segala godaan;
jauhkan itu, supaya ‘ku hidup
turut ajaran KerajaanMu.

(6) Ingin kulihat dengan gembira
bahwa kawanku dapat berkatMu
dan kar’na itu kupuji Engkau.
Iri dan loba yang datang menggoda,
bisikan setan penuh kedengkian
dari hatiku buangkanlah jauh.

(7) Bila hatiku Kauberi minum
anggur yang pahit derita salib;
biar kut’rima di dalam iman.
Takkan ‘ku hanyut di dukacitaku.
Tuhan, Engkaulah Bapaku di sorga;
Kau besertaku memikul beban.

(8) Memikul salib akhirnya habis;
sesudah malam, seusai topan
surya kembali bersinar cerah.
Aku nantikan terang sukacita,
damai abadi di taman sorgawi,
memandang Tuhan, Sang Surya baka.

PKJ No. 170  TERBITLAH KINI SANG MATAHARI

Syair dan lagu: Mangapul P. Simanjuntak, 1987 (1935 – 1990)

la = f   4 ketuk

(1) Terbitlah kini Sang Matahari
sebagai tanda hari yang baru.
Seluruh alam diterangi
dan kegelapan sudah berlalu.

Refrein:
Lebih dahulu kita lakukan:
Mengucap syukur kepada Tuhan,
karena Dia yang menjadikan
malam gelap dan siang terang.

(2) Seluruh satwa riang bernyanyi
menyambut pagi dengan ceria.
Kita pun patut bert’rima kasih
kepada Allah, Maha Pencipta.

(3) Apa pun juga kita lakukan
di dalam tugas dan tutur kata,
kita lakukan di dalam Tuhan,
sambil bersyukur kepada Allah.

PKJ No. 171   DI BAWAH SINAR BULAN

Syair: Der Mond ist aufgegangen, Matthias Claudius (1740 – 1815),
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1985/1999,
Lagu: Johann Abraham Peter Schulz, 1790

do = f   4 ketuk

(1) Di bawah sinar bulan
dan bintang berkilauan,
persada termenung.
Segala sawah ladang
terbuai ketenangan,
berselimutkan halimun.

(2) Sunyi senyap semua,
rasa tent’ram sempurna
merangkul mendekap.
Jerihnya seharian
bercampur kegetiran
di hawa malam melenyap.

(3) Ya Bapa dalam sorga,
kami ‘kan tidur juga
di malam yang teduh.
Ampuni dosa kami,
berkati dan kawali
yang sakit dan yang berkeluh

(4) Rembulan di waktunya
tak tampak seluruhnya,
meski tetap lengkap;
di balik yang dilihat
terduga yang tersirat:
yang bulat, utuh dan genap.

(5) Berdosalah manusia,
tak tahu secukupnya
keterbatasannya.
Dengan merekayasa
yang gagah dan perkasa,
fatamorgana hasilnya.

(6) Ajari kami, Tuhan,
mencari kesungguhan
dan jangan yang semu.
Jadikan kami ramah,
takwa dan sederhana
sebagai anak-anakMu.

(7) Akhirnya sambut kami
sehabis menjalani
jangkauan usia;
berilah kedamaian
di saat ajal datang
dan untuk s’lama-lamanya.

PKJ No. 172   DI HENINGNYA MALAM INI

Syair dan lagu: Pontas Purba, 1986, berdasarkan Galatia 2:20

do = d   4 ketuk

Di heningnya malam ini,
tulus dan rendah hati,
bertelut berdoa padaMu;
inilah bisik kalbu:
Apa yang aku miliki,
tubuh dan jiwa ini,
kuserahkan hanya padaMu,
kurban persembahanku.
Walau ‘ku berdosa,
walau ternoda,
tetapi darah yang kudus
t’lah sucikan diriku.
Dan jati diriku kini
bukan diriku lagi,
melainkan Kristus Tuhanku
hidup dalam diriku.

PKJ No. 173   NYANYIAN MALAM YANG TEDUH

Syair dan lagu: Godlief Soumokil, 1988

la = d   2 ketuk

(1) Nyanyian malam yang teduh
mengalun syahdu dan merdu
memuji namaMu.

(2) Lembah yang hijau dan tenang,
gugusan bukit terbentang,
betapa indahnya.

(3) Bulan dan bintang berseri,
menghias alam yang sepi,
Engkau Penciptanya.

(4) Meskipun malam yang gelap,
cahaya Tuhanku tetap
bersinar bagiku.

(5) Syukur, ya Tuhan, t’rimalah
atas berkat karunia
Kau b’rikan padaku.

(6) Sekarang tubuhku lelah,
padaMu aku berserah,
ya Tuhan, jagalah.

PKJ No. 174   SUDAH WAKTUNYA

Syair dan lagu: M. Karatem, 1998

do = c   4 ketuk

Sudah waktunya kami melepaskan lelah.
Tuhan, lindungi kami tidur nyaman nyenyak.

PKJ No. 175   SATU TANAH AIR

Syair dan lagu: Jerry Silangit, 1987

do = f   4 ketuk

Satu tanah Air, satu Bangsa
dan satu dalam Bahasa.
Indonesia kebangsaanku,
engkaulah Tanah Airku.
Alam indah mempesona,
suku bangsa beraneka,
budayanya sungguh kaya,
karya agung Sang Pencipta.
Mari kita semuanya menghayati
maknanya, satu Tanah Air kita,

PKJ No. 176  TUHAN MEMBERIKAN KITA TANAH AIR

Syair dan lagu: M. Karatem, 1998

do = c   4 ketuk

(1) Tuhan memberikan kita
tanah air yang merdeka.
Juga kedaulatan rakyat
di persada Indonesia.

Refrein:
Tuhan, ajarlah kami
supaya arif bijaksana
serta senantiasa
membukakan diri.
Bersemangat kasih,
saling menjalin pengertian,
kami membina dan
membangun bangsa ini.

(2) Orang angkuh dan serakah
melecehkan keadilan;
oleh nafsu berkuasa
hukum rimba dihalalkan.

(3) Tuhan, kami ini latah,
angkuh mengandalkan diri,
hingga kami terjerumus,
jatuh di lembah derita.

(4) Tuhan, lihat bangsa kami
diterjang gelombang ribut.
Tolong kami mengatasi
kemelut dan kehancuran.

PKJ No. 177   AKU TUHAN SEMESTA

Syair dan lagu: I the Lord of Sea and Sky, Daniel Schutte, SJ, 1991, berdasarkan Yesaya 8,
Terjemahan: Yamuger, 1998, (c) New Dawn Music, 1981

do = a   4 ketuk

(1) Aku Tuhan semesta,
Jeritanmu Kudengar.
Kau di dunia yang gelap
‘Ku s’lamatkan.
Akulah Pencipta t’rang;
malam jadi benderang.
Siapakah utusanKu
membawa t’rang?

Refrein:
Ini aku, utus aku!
Kudengar Engkau memanggilku.
Utus aku; tuntun aku;
‘Ku prihatin akan umatMu.

(2) Aku Tuhan semesta.
‘Ku menanggung sakitmu
dan menangis kar’na kau
tak mau dengar.
‘Kan Kurobah hatimu
yang keras jadi lembut.
Siapa bawa firmanKu?
UtusanKu?

(3) Aku Tuhan semesta.
‘Ku melihat yang resah.
Orang miskin dan lesu
Aku jenguk.
Aku ingin memberi
perjamuan sorgawi.
Siapa mewartakannya?
Siapakah?

PKJ No. 178   ALLAH MENGUTUS

Syair dan lagu: God Sent His Son/Because He Lives, Wm J. dan Gloria Gaither, 1971,
Terjemahan: Yamuger, 1998,
(c) William J. Gaither (ASCAP)

do = as   4 ketuk

(1) Allah mengutus PutraNya Yesus,
Maha Pengasih, Maha Tabib;
Ia pun mati menebus kita,
pusara kosong bukti kebangkitanNya.

Refrein:
Kar’na Yesus hidup ada hari esok;
kar’na Dia hidup ‘ku tak gentar,
dan aku tahu hari esok di tanganNya
dan hidupku berarti kar’na hidupNya.

(2) Bila hidupku kelak berakhir,
berakhir pula deritaku;
maut ditaklukkan hidup abadi
dan ‘ku disambut oleh Jurus’lamatku.

PKJ No. 179   KASIH PALING AGUNG

Syair dan lagu: Bonar Gultom (Gorga), 1982

do = c   4 ketuk

(1) Kasih paling agung dari Tuhanku;
Kini kusadari di dalam hatiku.
Yesus Mahakasih dan Mahakudus,
korbankan diriNya agar ‘ku ditebus.
Dia menaklukkan maut dan dosaku,
Dia memberikan s’galanya untukku!

(2) Ini ‘kan kuingat s’lama hidupku;
Tak ‘kan kulupakan sepanjang umurku.
‘Kan kuberitakan sekelilingku;
dan ke ujung dunia sejauh kuatku.
Apapun terjadi atas diriku,
tak kan kulepaskan kasihMu, Tuhanku.

PKJ No. 180   KASIH TUHAN MENGIRINGIMU

Syair dan lagu: May God’s Blessing Surround You, Cliff Barrows, 1982,
Terjemahan: Yamuger, 1998,
(c) 1982 by Cliff Barrows, dengan ijin.

do = f   3 ketuk

Kasih Tuhan mengiringimu,
dan sayapNya melindungimu.
Tangan Tuhan pegang di dalam hidupmu;
majulah dalam t’rang kasihNya.

PKJ No. 181   KAUT’RIMA KUASA ROH KUDUS

Syair dan lagu: Mangapul P. Simanjuntak, 1985 (1935 – 1990), berdasarkan Kisah Para Rasul 1:8

la = g   4 ketuk

Kaut’rima kuasa Roh Kudus
yang turun ke atasmu
dan kamu jadi saksiKu,
pelaku firmanKu,
saksiKu di Yerusalem,
Yudea dan Samaria
dan hingga ujung dunia,
ujung dunia.

PKJ No. 182   KUUTUS ‘KAU

Syair: So Send I You; E. Margaret Clarkson (1915 – ),
Terjemahan: Tim Nyanyian GKI, 1990,
Lagu: John W. Peterson (1921 – ), (c) Singspiration Inc.

do = f   4 ketuk

(1) Kuutus ‘kau mengabdi tanpa pamrih,
berkarya t’rus dengan hati teguh,
meski dihina dan menanggung duka;
Kuutus ‘kau mengabdi bagiKu.

(2) Kuutus ‘kau membalut yang terluka,
menolong jiwa sarat berkeluh,
menanggung susah dan derita dunia,
Kuutus ‘kau berkorban bagiKu.

(3) Kuutus ‘kau kepada yang tersisih,
kar’na hatinya dirundung sendu,
sebatang kara, tanpa handai taulan,
Kuutus ‘kau membagi kasihKu.

(4) Kuutus ‘kau, tinggalkan ambisimu,
padamkanlah segala nafsumu,
namun berkaryalah dengan sesama.
Kuutus ‘kau; bersatulah teguh.

(5) Kuutus ‘kau mencari sesamamu
yang hatinya tegar terbelenggu,
‘tuk menyelami karya di Kalvari.
Kuutus ‘kau mengiring langkahKu.

Coda:
Kar’na Bapa mengutusKu, Kuutus ‘kau.

PKJ No. 183  MARI SEBARKAN INJIL

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998

do = d   4 ketuk

Mari sebarkan Injil ke seluruh dunia;
mari kabarkan nama Yesus Mahamulia.
Besar kasihNya bagiku dan bagi kita
semua, Dia mati bagi umat manusia.

Refrein:
Mari sebarkan, hai mari wartakan;
keselamatan oleh Tuhan tiada terperi,
dan teruskan serta beritakan
rahmat Ilahi dalam Yesus diberi.

Bukalah hatimu, mari terima Dia.
Buanglah congkakmu dan tetaplah percaya.
Dekaplah Yesus Tuhanmu agar hidupmu
berseri; s’gala puji bagi Tuhan diberi.

PKJ No. 184  NAMA YESUS TERMULIA

Syair dan lagu: Pontas Purba, 1998, berdasarkan Filipi 2:9-11

do = a   4 ketuk

(1) Nama Yesus termulia
di atas segala nama,
agar di dalam namaNya
semuanya menyembah.
Yang di bumi dan di sorga
tekuk lutut memuliakan.
S’gala lidah pun berkata:
Yesus Kristus itu Tuhan.
Terpuji namaNya,
terpuji namaNya,
sembah dan pujilah
Raja alam semesta.
Yang di bumi dan di sorga
tekuk lutut memuliakan.
S’gala lidah pun berkata:
Yesus Kristus itu Tuhan.

(2) Masih banyak manusia
yang tak mengenal namaMu,
suruh hamba yang setia
kerja dan bertekun.
Tuhan, pakailah diriku
menyebarkan kes’lamatan.
Kata dan perbuatanku
mencerminkan firman Tuhan.
Terpuji namaNya,
terpuji namaNya,
kupuji, kusembah
Raja alam semesta.
Tuhan, pakailah diriku
menyebarkan kes’lamatan.
Kata dan perbuatanku
mencerminkan firman Tuhan.

PKJ No. 185  TUHAN MENGUTUS KITA

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998

do = f   4 ketuk

(1) Tuhan mengutus kita ke dalam dunia
bawa pelita kepada yang gelap.
Meski dihina serta dilanda duka,
harus melayani dengan sepenuh.

Refrein:
Dengan senang, dengan senang,
marilah kita melayani umatNya.
Dengan senang, dengan senang,
berarti kita memuliakan namaNya.

(2) Tuhan mengutus kita ke dalam dunia
bagi yang sakit dan tubuhnya lemah.
Meski dihina serta dilanda duka,
harus melayani dengan sepenuh.

(3) Tuhan mengutus kita ke dalam dunia
untuk yang miskin dan lapar berkeluh.
Meski dihina serta dilanda duka,
harus melayani dengan sepenuh.

(4) Tuhan mengutus kita ke dalam dunia
menolong yatim dan orang yang resah.
Meski dihina serta dilanda duka,
harus melayani dengan sepenuh.

(5) Tuhan mengutus kita ke dalam dunia
untuk melawat orang terbelenggu.
Meski dihina serta dilanda duka,
harus melayani dengan sepenuh.

PKJ 186 – DAMAI SEJAHTERA ALLAH

Lagu: A. Soetanta S. J. (berdasarkan Filipi 4:7)

do = bes

Damai sejahtera Allah
yang melampaui segala akal
akan memelihara hati dan pikiranmu
dalam Kristus Yesus. Amin.

PKJ No. 187  KUDENGAR SUARA YESUS

Syair: I Can Hear My Savior Calling, E. W. Blandy, 1890,
Terjemahan: Yamuger, 1999,
Lagu: John S. Norris, 1890

do = f   4 ketuk

(1) Kudengar suara Yesus,
kudengar suara Yesus:
Jurus’lamatku memanggil,
“Pikul salib, ikutlah Aku!”

Refrein:
Aku ikut Jurus’lamat,
aku ikut Jurus’lamat,
dan kemanapun langkahNya
aku ikut, ikut Tuhanku.

(2) Ke Getsemani kuikut,
ke Getsemani kuikut;
ikut dalam pergumulan,
aku ikut, ikut Tuhanku.

(3) Aku mau menyangkal diri,
aku mau menyangkal diri,
pikul salib tiap hari.
Aku ikut, ikut Tuhanku.

(4) Dia b’rikan kekuatan,
Dia b’rikan kekuatan
dan mahkota kemuliaan;
Dia s’lalu ikut sertaku.

PKJ No. 188  LIHATLAH, AKU BERDIRI

Syair dan lagu: Mercy Tampubolon – L. Tobing, 1998

do = f   4 ketuk

(1) Lihatlah, Aku berdiri
di muka pintu dan mengetuk.
Jika kau dengar bukalah pintu bagiKu:
‘Ku akan masuk di rumahmu.
Aku datang masuk di rumahmu,
Aku datang makan bersamamu,
dan engkau diam bersamaKu,
bersamaKu selamanya.

(2) Dengarlah suara Yesus,
bukakan pintu dan sambutlah;
jangan berdalih, siapkan jiwa ragamu,
sambutlah Dia, Raja mulia.
Dia baik, penuh kasih sayang,
Dia lembut, penuh kemesraan,
Jurus’lamat bagi manusia.
Jurus’lamat manusia.

PKJ No. 189  MARI DATANGLAH

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998

do = d   4 ketuk

(1) Mari datanglah semua anak,
janganlah mereka dihalangi,
sebab hanya orang-orang seperti itulah
yang empunya kerajaan Allah,
yang empunya kerajaan Allah.

(2) Mari datanglah semua orang
yang lesu dan yang bebannya sarat,
pikullah kuk yang Kupasang, diriKu contohlah,
kelegaan Kuberi padamu,
kelegaan kuberi padamu.

(3) Mari datanglah murid-muridKu,
ikutlah bersama di jalanKu
dan menjala manusia di dunia yang cemar,
hingga nyata Kerajaan Allah,
hingga nyata Kerajaan Allah.

PKJ No. 190  SAMPAI KAPAN ENGKAU MENGELUH

Syair dan lagu: Pontas Purba, 1998

do = d   4 ketuk

(1) Sampai kapan engkau mengeluh,
menggerutu, hatimu kesal.
Tiada hidup tanpa kemelut,
s’lalu bahagia, duka tak dikenal.

Refrein:
Mari, mari datang pada Tuhanku,
orang-orang yang lesu dan berbeban.
Mari, mari datang pada Tuhanku:
Dia ‘kan membuat lega dan tenang.

(2) Kalau hari-harimu kelam,
tanpa arah tujuan jelas,
B’rikanlah tanganmu digenggam
oleh Yesus, jangan sampai terlepas.

(3) Jika duka datang menyerang,
hidup nyaris tanpa harapan,
Tangan Tuhan s’lalu terentang,
kau disambut, datanglah, bawa beban.

PKJ No. 191  TUHAN MEMANGGIL, DATANG SEG’RA

Syair dan lagu: Helene Salamate Joseph

do = c   4 ketuk

(1) Tuhan memanggil, datang seg’ra!
Dia memanggil kita semua.
Janganlah ragu, jangan gentar,
datang padaNya, datang seg’ra!

(2) Mari, dengarkan suara Tuhan!
Dia menunggu, jawab seg’ra!
Janganlah tolak panggilanNya;
hidup bahagia diberiNya.

(3) Kini saatnya, sadarilah!
Ikutlah Tuhan di jalanNya.
Janganlah ragu, ikut Dia,
kasih setiaNya, sambut seg’ra!

PKJ No. 192  DENGAR PANGGILAN TUHANMU

Syair dan lagu: Mercy Tampubolon – Tobing

la = g   4 ketuk

(1) Dengar panggilan Tuhanmu,
janganlah kau bimbang tertegun;
datanglah seg’ra, datang padaNya,
kasihNya tak ada batasnya.

(2) Engkau dikasihi Tuhan;
dis’lamatkan dari dosamu.
Dia yang selalu memimpinmu
dalam suka duka hidupmu.

(3) Bersyukurlah kepadaNya
atas kasih karuniaNya
yang dilimpahkan Tuhan padamu:
dengarlah panggilan Tuhanmu!

PKJ No. 193  AKU ANAK SEKOLAH MINGGU

Syair: Alfred Simanjuntak, 1996,
Lagu: Santoso Gondowidjojo, 1996

do = g   4 ketuk

Aku anak Sekolah Minggu
mau mengikut Yesus.
Dia Juruselamatku
dan Dia Penebusku.
‘Ku berjanji tetap
jadi muridNya dan bersaksi
memb’ritakan firmanNya.
Seluruh hidupku, kata dan karya
kupersembahkan kepadaNya.

PKJ No. 194   AKU JALAN SENDIRI

Syair dan lagu: Esti W. Kristofera

la = e   4 ketuk

(1) Aku jalan sendiri di malam gelap,
merenungkan hidup di dunia.
Aku ada di dalam ikatan dosa,
aku ingin lepas dari kuasanya.

Refrein:
Hanya olehMu aku bebas lepas;
hanya olehMu aku dis’lamatkan.
Hanya olehMu aku bebas lepas,
hanya olehMu aku dis’lamatkan.

(2) Ada satu pengharapan sungguh pasti,
terpancar dariMu, ya Tuhanku.
PadaMu kuserahkan beban hidupku;
b’rikanlah kasihMu menyinariku.

PKJ No. 195  BAGAI BUMI YANG KAUHIAS

Syair: God Who Touches Earth With Beauty, Mary S. Edgar, 1925,
Terjemahan: E. L. Pohan Shn, +/- 1963, dengan perubahan Yamuger, 1998,
Lagu: C. Harold Lowden, 1925

do = f   6 ketuk

(1) Bagai bumi yang Kauhias,
ubah diriku.
Baharui dengan RohMu
roh dan hatiku.

(2) Buat aku bagai sinar
indah cemerlang,
lurus bagai pohon pinang,
kokoh dan tenang.

(3) Bagai langit yang membubung,
angkat citaku,
agar kasihMu mengisi
lubuk hatiku.

(4) Dengan RohMu Mahakudus
topang diriku,
agar kokoh, tulus, lurus
di hadapanMu.

PKJ No. 196  BAPA, KAU KUPUJI

Syair dan lagu: Father, I Adore You, Terrye Coelho, 1972,
Terjemahan: Yamuger, 1998,
(c) Maranatha Music, 1972

do = g   4 ketuk

(1) Bapa, Kau kupuji,
t’rimalah hidupku,
Kau kukasihi.

(2) Yesus, Kau kupuji,
t’rimalah hidupku,
Kau kukasihi.

(3) Roh Kudus, Kau kupuji,
t’rimalah hidupku,
Kau kukasihi.

PKJ No. 197  BUKA MATAKU

Syair dan lagu: Open Our Eyes, Lord, Robert Cull, 1976,
Terjemahan: Yamuger, 1998,
(c) 1976, Maranatha Music (USA)

do = d    12 ketuk (4 x 3)

Buka mataku melihatMu, Yesus;
kuingin dekatMu menyatakan kasih.
Buka telingaku untuk mendengarMu.
O, buka mataku melihatMu, Yesus.

PKJ No. 198  DI HATIKU, YA YESUS

Syair: Speak To My Heart, Gene Routh, 1927,
Terjemahan: Yamuger, 1999,
Lagu: B. B. Mc Kinney, (c) Broadman Press

do = f   6 ketuk

(1) Di hatiku, ya Yesus,
Tuhan, bersabdalah,
agar tenang hatiku
dan hilang kuatirku.

Refrein:
Di hatiku, ya di hatiku,
Tuhan, bersabdalah;
‘ku berserah, pasrah penuh:
bersabdalah, ya Tuhan.

(2) Sucikanlah, ya Yesus,
diriku yang cemar;
pakailah aku Tuhan,
meraih yang sesat.

(3) Hatiku ini, Yesus,
bukan milikku,
namun hidupku kini
adalah milikMu.

PKJ No. 199  DULU ‘KU TERTINDIH DOSA

Syair dan lagu: Shackled by a Heavy Burden, William J. Gaither, 1963,
Terjemahan: Yamuger, 1998,
(c) William J. Gaither (ASCAP), 1963

do = es   6 ketuk

(1) Dulu ‘ku tertindih dosa,
oleh malu terbeban.
Tangan Yesus menyentuhku,
diubah diriku olehNya.

Refrein:
Dijamah, ‘ku dijamah!
Meluap suka citaku!
Tuhan Yesus menjamahku;
diriku ciptaan baru.

(2) Saat kuterima Yesus,
jadi baru diriku.
Tak ‘ku berhenti memuji,
memuji Dia selamanya.

PKJ No. 200  ‘KU DIUBAHNYA

Syair dan lagu: Things are Different Now, Anonim,
Terjemahan: Yamuger, 1998

do = e  3 ketuk

‘Ku diubahNya saat ‘ku berserah,
berserah kepada Yesus.
‘Ku diubahNya hingga jadi baru
dan menjadi milikNya.
Kegemaran lama t’lah lenyap
dan yang baru lebih berkenan.
‘Ku diubahNya saat ‘ku berserah
dan menjadi milikNya!

PKJ No. 201  SERING KUTANYA PADA DIRIKU

Syair dan lagu: Jotjot sungkun-sungkun do rohangki, M. R. D. Panjaitan, 1998,
Terjemahan: Bahasa Indonesia, Pontas Purba, 1998

do = es   4 ketuk

(1) Sering kutanya pada diriku;
akhir hidupku yang fana,
jangan sampai terbuai jiwaku
di dunia gemerlap.
Di kala hariku makin senja,
jiwa letih, tubuhku pun lemah,
cahaya hidup semakin redup,
sering meratap mengeluh.
Dengarlah, Tuhan, doa dan keluh!
Biar ‘ku tent’ram,
meski pun dalam kemelut.

(2) Di kala matahari terbenam,
ketika datang mempelai,
apakah suluhku tetap terang
menyambut dengan baik?
Apakah hatiku tak bergemar
tinggalkan dunia yang penuh cemar
atau jiwaku akan menentang
menuju sorga yang tenang.
Lihatlah Tuhan, pergumulanku!
PadaMu, Tuhan, doa dan pengharapanku.

PKJ No. 202   YESUSKU JURUS’LAMATKU

Syair dan lagu: Bonar Gultom (Gorga), 1990

do = e   3 ketuk

Yesusku Jurus’lamatku,
Tuhanku, Mukhalisku.
Tumpuan pengharapanku
dan perisai perlindunganku.
Tatkala hidupku sendu
dan hati gundah pilu,
Tuhanku Yesus kuseru dan
jiwaku tenang dan teduh.
Setiap langkahku tempuh,
kutoleh Tuhanku.
Setiap hasrat kugelut,
kutanya Tuhanku.
Ke dalam kasih Penebus
‘ku berserah selalu,
tiada lagi takutku,
walau hidup penuh seteru.

PKJ No. 203   ADA DAMAI SEJAHT’RA ALLAH

Syair dan lagu: God Gives Peace Like a River, Anonim,
Terjemahan: Leatha Humes, 1999

do = f   4 ketuk

(1) Ada damai sejaht’ra Allah,
ada damai sejaht’ra Allah,
ada damai sejaht’ra Allah di hatiku.
Ada damai sejaht’ra Allah,
ada damai sejaht’ra Allah,
ada damai sejaht’ra Allah di hatiku.

(2) Kasih Allah berlimpah-limpah,
kasih Allah berlimpah-limpah,
kasih Allah berlimpah-limpah di hatiku.
Kasih Allah berlimpah-limpah,
kasih Allah berlimpah-limpah,
kasih Allah berlimpah-limpah di hatiku.

(3) Rahmat Allah bagaikan sungai,
rahmat Allah bagaikan sungai,
rahmat Allah bagaikan sungai di hatiku.
Rahmat Allah bagaikan sungai,
rahmat Allah bagaikan sungai,
rahmat Allah bagaikan sungai di hatiku.

(4) Sukacita berlimpah ruah,
sukacita berlimpah ruah,
sukacita berlimpah ruah di hatiku.
Sukacita berlimpah ruah,
sukacita berlimpah ruah,
sukacita berlimpah ruah di hatiku.

(5) Nama Tuhan kumuliakan,
‘ku memuliakan nama Tuhan,
‘ku memuliakan nama Tuhan di hatiku.
‘Ku memuliakan nama Tuhan,
‘ku memuliakan nama Tuhan,
‘ku memuliakan nama Tuhan di hatiku.

(6) Ada damai sejaht’ra Allah;
kasih Allah berlimpah-limpah,
rahmat Allah bagaikan sungai di hatiku.
Sukacita berlimpah ruah,
‘ku memuliakan nama Tuhan,
‘ku memuliakan nama Tuhan di hatiku.

PKJ No. 204   ADAPUN MANUSIA

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1999, berdasarkan Mazmur 103:15-18

la = d   4 ketuk

1. Adapun manusia, harinya bagai rumput,
bagai bunga-bunga di padang,
demikian ia berkembang.
Apabila angin melintasi,
maka ia pun tiada lagi,
tempatnya tidak mengenalnya,
tidak lagi kenal.

2. Tetapi kasih Tuhan sekarang dan
s’lamanya bagi orang-orang yang takut,
sungguh takut hanya padaNya.
Keadilan bagi anak cucu,
bagi yang pegang perjanjianNya,
yang ingat untuk melakukan
segenap titahNya.

PKJ No. 205   ALANGKAH INDAHNYA KASIH SETIAMU

Syair dan lagu: Pensilwally, 1985

do = g   3 ketuk

1. Alangkah indahnya kasih setiaMu.
Yang hilang dan sesat bebas dan ketemu.
Engkau t’lah menjenguk ke tempat yang gelap,
mengangkat umatMu ke alam gemerlap.
Alangkah indahnya kasih setiaMu,
Engkau t’lah berkenan tinggal bersamaku.

2. Alangkah indahnya kasih setiaMu,
Engkau t’lah berkenan tinggal di rumahku.
Rumahku yang kumuh menjadi yang kudus.
Jiwa dan ragaku menjadi milikMu.
Alangkah indahnya kasih setiaMu,
hatiku yang sendu sungguh jadi teduh.

3. Ya Yesus Tuhanku, datanglah segera,
tumpangkan tanganMu dengan kasih mesra.
Dengarlah doaku, tangis jeritanku,
tanggalkan dosaku dan rantai belenggu.
Ya Yesus Tuhanku, datanglah segera,
tinggallah sertaku selama-lamanya.

PKJ No. 206  ALLAH ITU MAHAKASIH

Syair dan lagu: God is Love, Ross Langmead,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1998,
(c) 1981, Ross Langmead

la = e   4 ketuk

Allah itu Mahakasih,
sumber daya hidupku,membuat kunyanyikan lagu:
Allah Mahakasih.

PKJ No. 207   HALELU! HALELU!

Syair dan lagu: Dari buku “Hymnal for Young Christians” by F. E. L., Church Publications Ltd, 22 East Huron, Chicago, III,
Terjemahan: Yamuger, 1998

do = a    2 dan 3 ketuk

Refrein:
Halelu! Halelu! Mari nyanyilah
Halelu! Kar’na Tuhan bangkit,
ya benar! Mari nyanyilah
Halelu! luya!

1. Allah utus Anaknya, Halelu, Halelu!
Jurus’lamat dunia. Haleluya!

2. Kristus lahir di dunia, Halelu, Halelu!
dalam wujud manusia. Haleluya!

3. Mengabdikan dirinya, Halelu, Halelu!
bagi orang yang lemah; Haleluya!

4. DihapusNya di salib, Halelu, Halelu!
dosa kita yang keji. Haleluya!

5. Allah membangkitkanNya, Halelu, Halelu!
untuk hidup s’lamanya. Haleluya!

6. Bagi kita diberi, Halelu, Halelu!
hidup baru abadi. Haleluya!

PKJ No. 208   KARUNIAMU, TUHAN

Syair: L. Manik,
Lagu: Tradisional Batak Pakpak

do = f   2 ketuk

1. KaruniaMu, Tuhan, sungai yang mengalir,
menyegarkan jiwaku yang kering dahaga.
Kasih sayangMu, Tuhan, cahaya yang suci,
menerangi hatiku yang gelap gulita.

2. KaruniaMu, Tuhan, kasih dan sayangMu
pengharapanku, Tuhan, selama-lamanya.
Bimbing langkahku, Tuhan, mendekat padaMu.
Pimpin hatiku, Tuhan, mengikut jejakMu.

PKJ No. 209   KASIH SETIAMU

Syair: Thy Loving Kindness, berdasarkan Mazmur 63:4-5,
Terjemahan: Yamuger, 1998,
Lagu: Hugh Mitchell,
(c) Singspiration / United Nations Music Publishers, Ltd. / Booney & Howes Music Publishers, Ltd.

do = d   4 ketuk

1. Kasih setiaMu sungguh lebih baik,
lebih berharga dari hidupku.
Maka bibirku megahkan Dikau;
kasih setiaMu sungguh lebih baik.

2. Seumur hidup kupuji Engkau;
kunaikkan doa dalam namaMu.
Kasih setiaMu lebih berharga
dan lebih baik dari hidupku.

PKJ No. 210   KITA INI SEPERTI BUNGA-BUNGA

Syair: Masao Takenaka, Jepang, We who bear the human name, Kred Kaan,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1998,
Lagu: M. Karatem, 1999,
(c) AILM-CCA (‘Sound the Bamboo’)

do = d   4 ketuk

1. Kita ini seperti bunga-bunga berseri
tanpa nama terkenal, dirundungi banyak hal,
tanpa atap peneduh bila badai menderu.

Refrein:
Berbungalah, berbungalah,
hai ladang dunia!

2. Bahkan Raja Salomo, berbusana beledu,
tak seindah dandanannya dengan bunga di lembah.
Insan ramah dan sabar bagai bunga memekar.

3. Kita, bunga yang lemah di benua Asia,
membuahkan kiranya damai dan sejahtera.
Doa kita beriman, agar Tuhan berkenan!

PKJ No. 211   TUHANKU YESUS KRISTUS

Syair: A. K. Saragih,
Lagu: Tradisional Batak Pakpak

do = f    4 ketuk

1. Tuhanku Yesus Kristus,
Gembala sorga kudus,
Pewaris takhta mulia
di dunia dan di sorga,
Pewaris takhta mulia
di dunia dan di sorga.

2. KasihMu, Yesus Kristus,
bagaikan air yang hidup,
sejuk, segar mengalir
di kegersangan jiwa,
sejuk, segar mengalir
di kegersangan jiwa.

3. Cahaya Yesus Kristus
pelita yang abadi
di dalam perjalanan
ke tempat yang dituju,
di dalam perjalanan
ke tempat yang dituju.

4. Oleh kasih sayangNya
dunia pun ditebusNya.
Oleh darah kudusNya
kita pun dibebaskan.
Oleh darah kudusNya
kita pun dibebaskan.

PKJ No. 212   YA ALLAH, KASIHMU BESAR

Syair dan lagu: Januar Ishak

do = a    4 ketuk

Ya Allah, kasihMu besar,
lebih besar dari segala,
tiada terduga dalamnya,
tiada terjangkau luasnya.
Ya Yesus, kasihMu besar,
lebih besar dari segala.
Hidup kekal Engkau beri
dan aku hidup berseri!

Refrein:
Dalam doa aku bersyukur
atas limpah kasihMu.
Ajar aku mengasihiMu
dan sesama manusia.

PKJ No. 213   APAKAH YANG KAULAKUKAN

Syair dan lagu: M. R. D. Panjaitan & Pontas Purba, 1998, bait 2 berdasarkan Filipi 4:4-6

do = d   3 ketuk

1. Apakah yang kaulakukan
bila kau sedang gembira?
Apakah yang kaunyatakan
bila duka mencekam?
Janganlah engkau terlena,
rasa riang memabukkan,
atau larut dalam duka,
ketika datang cobaan.
Kini hitung berkat Tuhan
yang berlimpah tak terkira.
Meskipun dalam cobaan,
ucap syukur padaNya!

2. Sukacita senantiasa,
sukacita dalam Tuhan.
Kebaikan harus nyata,
bercahaya cemerlang.
Janganlah engkau khawatir
tentang hidup apa jua;
dan cemas harus berakhir
karena Tuhanmu dekat;
dan nyatakan pada Tuhan
keinginan dan pintamu
dalam doa permohonan,
dan ucapkanlah syukur!

PKJ No. 214 BAHAGIA DI HATIKU

Syair dan lagu: Deep in My Heart There’s a Gladness, Albert A. Ketchum 1923, terj. Yamuger 1999  c Hope Publishing Co.

do = as   6 ketuk (2×3)

1. Bahagia dihatiku, Yesus penyelamatku.

Kupuji Jurus’lamatku; aku disucikannya.

Refrein:

Gerangan siapakah Yesus yang kunyanyikan terus?

Tuhan dan Jurus’lamatku yang mati bagiku.

2. Walaupun hanya sekali nampak kebajikanNya,

cukuplah itu bagiku dan bebaslah jiwaku.

3. Yesus yang paling mulia, Raja yang Mahabesar;

kasih karunia dan rahmat dicurahkan padaku.

PKJ No. 215   BERBAHAGIALAH ORANG MISKIN

Syair dan lagu: Jerry Silangit 1996, berdasarkan Matius 5:3-12

do = e    4 ketuk

1. Berbahagialah orang yang miskin,

orang miskin didepan Allah,

sebab merekalah yang punya kerajaan sorga.

Berbahagialah orang yang sedih,

kar’na merekalah akan dihiburkan.

Berbahagialah orang yang lemah lembut,

kar’na bumi menjadi miliknya.

2. Berbahagialah orang yang lapar,

dan yang haus akan kebenaran,

sebab mereka dipuaskan, akan dipuaskan.

Berbahagialah orang yang bermurah hati,

kar’na akan memperoleh kemurahan.

Berbahagialah orang berhati bersih,

kar’na Allah kelak dilihatnya.

3. Berbahagialah orang yang benar

yang  selalu menyebarkan damai,

sebab mereka ’kan disebut anak-anak Allah.

Berbahagialah yang dianiaya sebab keadilan serta kebenaran.

Berbahagialah yang didera, dicela,

difitnahkan segala yang jahat.

Refrein:

Bersukacita dan gembiralah,

kar’na upahmu disorga besar!

Bersukacita dan gembiralah,

kar’na upahmu besar!

PKJ No. 216  BERLIMPAH SUKACITA DI HATIKU

Syair dan lagu: I Have The Joy, Joy, Joy, Joy, George W. Cooke,
Terjemahan: Yamuger, 1999,
(c) 1926, Singspiration

do = c
4 ketuk

  1. Berlimpah sukacita di hatiku,
    di hatiku, di hatiku.
    Berlimpah sukacita di hatiku,
    tetap di hatiku!
  2. Refrein:
    Aku bersyukur bersukacita,
    kasih Tuhan diam di dalamku.
    Aku bersyukur bersukacita,
    kasih Tuhan diam di dalamku.

  3. Damai sejaht’ra melampaui akal
    di hatiku, di hatiku.
    Damai sejaht’ra melampaui akal
    tetap di hatiku!
  4. Berlimpah kasih Yesus di hatiku,
    di hatiku, di hatiku.
    Berlimpah kasih Yesus di hatiku,
    tetap di hatiku!
  5. Kini tiada lagi penghukuman di hatiku,
    di hatiku, di hatiku.
    Kini tiada lagi penghukuman di hatiku,
    tetap di hatiku!
  6. Berlimpah sukacita di hatiku,
    di hatiku, di hatiku.
    Berlimpah sukacita di hatiku,
    tetap di hatiku!

PKJ No. 217 – BERNYANYILAH BAGI TUHAN

Syair: I sing a song of victory, Maga Boriputt, Teks Inggris: D. T. Niles,
Terjemahan: A. Simanjuntak,
Lagu: Dari Thailand

do = f
4 ketuk

  1. Bernyanyilah bagi Tuhan,
    angkat suara pujian;
    dib’riNya kes’lamatanmu.
    Ucap syukur kepadaNya,
    Tuhan semesta.
  2. Besarlah Tuhan yang Esa,
    tidak ada taraNya.
    Gunung yang tinggi, lautan,
    Tuhanlah yang menciptanya
    dan mengasuhnya.
  3. Berlutut di hadapanNya,
    puji kebesaranNya;
    tanganNya memb’ri lindungan.
    Kita domba asuhanNya
    s’lama-lamanya.

PKJ No. 218  BERSUKACITA SENANTIASA

Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1999, berdasarkan 1 Tesalonika 5:16, 14, 15

do = d
4 ketuk

  1. Bersukacita senantiasa,
    bersukacitalah, tetap berdoa.
    Ucaplah syukur, ucaplah syukur
    dalam segala hal padaNya.
  2. Refrein:
    Karena itu diinginkan Allah
    dalam Kristus Yesus bagi kamu,
    karena itu diinginkan Allah
    dalam Kristus Yesus bagi kamu.

  3. Hendaklah kamu perhatikan:
    jangan membalas jahat dengan jahat,
    berbuat baik bagi sesama,
    bahkan terhadap tiap orang.
  4. Orang yang salah diluruskan
    dan orang tawar hati dihiburkan.
    Orang lemah pun harus dibela;
    sabar dengan semua orang.

PKJ No. 219   Di Saat Ini Kuangkat Tembang

Syair dan lagu: In Moments Like These, David Graham,
Terjemahan: Yamuger, 1998, bait 2-3: Rita Simorangkir-Sibarani, 1999

do = d
3 ketuk

  1. Di saat ini kuangkat tembang,
    kuangkat tembang bagi Yesus.
    Di saat ini kuucap syukur,
    kuucap syukur padaNya.
    Kukasihi Engkau, kukasihi Engkau,
    kukasihi Engkau, Yesus, Tuhanku.
  2. Di saat ini ‘ku datang, Tuhan,
    ‘ku datang bersujud padaMu.
    Di saat ini Engkau kusembah,
    Engkau kusembah ya Tuhan.
    Kukasihi Engkau, kukasihi Engkau,
    kukasihi Engkau, Yesus, Tuhanku.
  3. Di saat ini dengarlah, Tuhan,
    dengarlah seruan doaku.
    Di saat ini kumohon, Tuhan,
    kumohon berkat kasihMu.
    Kukasihi Engkau, kukasihi Engkau,
    kukasihi Engkau, Yesus, Tuhanku.

PKJ No. 220   Jiwaku, Mari, Nyanyi

Syair: Du meine Seele, singe, Mazmur 146, Paul Gerhardt, 1653,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1987,
Lagu: Johann Georg Ebeling, 1966

do = bes
1 ketuk

  1. Jiwaku, mari, nyanyi! Tuhanmu pujilah,
    yang dalam t’rang sorgawi dipuji, disembah.
    Hendak di dunia ini ‘ku turut bermazmur,
    selagi ‘ku di sini padaNya bersyukur!
  2. Bahagialah selalu yang beriman penuh
    kepada Allah Yakub, Penolong yang teguh.
    Tiada manusia hebat dan mulia,
    yang menandingi Dia; abadi kasihNya!
  3. Dia Yang Mahakuasa, Pencipta semesta;
    dibuatNya angkasa dan bola dunia,
    seluruh isi bumi, makhluk yang terbesar,
    segala yang menghuni bahari yang besar.
  4. Dia yang mahaadil, tindakanNya bersih
    dan Ia memberkati yang tulus pekerti.
    Tuhan tetap setia selama-lamanya
    dan korban kelaliman dibela olehNya.
  5. Dia Yang Mahakasih, Penolong kaum lemah.
    Yang tak berharap lagi dibuatNya lega;
    yang lapar boleh makan Tuhan yang memberi;
    tawanan dibebaskan dari tempat ngeri.
  6. Yang buta dicelikkan kembali matanya.
    Insan yang dikucilkan kembali harkatnya.
    Tuhan menaruh kasih kepada yang benar,
    tetapi orang fasik celakanya besar.
  7. Bolehkah aku ini, manusia lemah,
    memuji, menghampiri yang Mahamulia?
    Namun selaku warga di kerajaanNya
    ‘ku sorak: “Tuhan Raja selama-lamanya!”

PKJ No. 221   KASIH ALLAH PENGIKATNYA

Syair dan lagu: We Are One In The Bond of Love, berdasarkan Efesus 4:3-4,
Terjemahan: Yamuger, 1999,
(c) 1971 by Lillenas Publishing, Co.

do = bes
4 ketuk

  1. Kasih Allah pengikatnya
    bagi kita umatNya.
    Kita disatukan oleh Roh Allah;
    kita satu di dalamNya.
  2. Mari kita bernyanyilah!
    Mari nikmati kasihNya!
    Mari gandeng tangan agar dunia
    tahu kita satu di dalamNya.

PKJ No. 222   ‘KU INGIN MENGHAYATI

Syair dan lagu: Piet J. Leiwakabessy, 1973

do = c
6 ketuk

  1. ‘Ku ingin menghayati
    kisah yang memilukan:
    Yesus yang suci mulia
    disiksa dan mati di Golgota.
  2. Refrein:
    ‘Ku ditebus dari dosa;
    seluruh dunia dis’lamatkanNya.
    ‘Ku ingin melagukan
    kisah yang sungguh menakjubkan.

  3. ‘Ku ingin melagukan
    kisah yang menakjubkan:
    Yesus yang bangkit dari maut
    telah mengalahkan kuasa g’lap.
  4. ‘Ku ingin melagukan
    kisah yang mengagungkan:
    Yesus Pahlawan yang menang,
    berkuasa abadi selamanya.

PKJ No. 223   ‘KU INI SEORANG MUSAFIR

Syair dan lagu: A Pilgrim Was I, John W. Peterson dan Alfred B. Smith, berdasarkan Mazmur 23, 1958,
Terjemahan: Yamuger, 1998,
(c) Singspiration, 1958

do = es
6 dan 3 ketuk

  1. ‘Ku ini seorang musafir
    mengembara di jalan sesat
    dan Yesus Gembala yang baik
    meraihku dari jerat.
  2. Refrein:
    Kebajikan, kemurahan mengikut aku
    di sepanjang umur hidupku.
    Kebajikan, kemurahan mengikut aku
    di sepanjang umurku.
    Nanti kelak aku diam di rumah Tuhan
    dan ‘ku dijamu di muka lawanku.
    Kebajikan, kemurahan mengikut aku
    di sepanjang umurku. (2x)

  3. OlehNya segarlah jiwaku;
    kekuatan dib’ri padaku.
    Ke air tenang ‘ku dituntun,
    dijagaNya dengan tekun.
  4. Di lembah gelap ‘ku berjalan;
    Jurus’lamat menyertaiku;
    tanganNya memb’ri perlindungan
    sampai ke rumah Tuhanku.

PKJ No. 224   UCAPKAN SYUKUR PADA ALLAH

Syair dan lagu: M. Karatem, 1998

la = fis
2 ketuk

Refrein:
Ucapkan syukur pada Allah,
Sang Pencipta alam semesta.

  1. Tumbuh-tumbuhan berbunga,
    semarak alam segar.
    Para pemudi-pemuda,
    tunjukkan sikap benar.
  2. Burung bersiul gembira
    menyambut pagi cerah.
    Kita menyanyi ceria
    dengan pujian megah.
  3. Beruk memanjat kelapa,
    yang tua dipilihnya.
    Orang yang bijak bicara
    membuat hati lega.
  4. Awan di langit berarak,
    berserak, lalu pergi.
    Ada pun adat kerabat,
    berjumpa, pamit, pergi.

PKJ No. 225   ADALAH HAL YANG TAK ‘KU TAHU

Syair dan lagu: There Are Some Things / My God Is Real, Kenneth Morris, 1944,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = as
4 ketuk

  1. Adalah hal yang tak ‘ku tahu;
    ada tempat tak kukenal,
    namun ‘ku tau, yakin benar:
    Tuhan kekal hadir tetap di hatiku!
  2. Refrein:
    Nyata tetap di hatiku,
    hadir tetap dan menyucikan jiwaku;
    dan kasihNya murni kudus.
    Tuhan kekal, hadir tetap di hatiku.

  3. Ada yang syak dan mencela,
    yang mengucilkan diriku;
    ‘ku tak cemas, ‘ku tak gentar:
    Tuhan kekal hadir tetap di hatiku!

PKJ No. 226   ADALAH SEORANG MENABURKAN BENIH

Syair: Marsius Tinambunan,
Lagu: Dewi Pangaribuan

do = es
4 ketuk

  1. Adalah seorang menaburkan benih.
    Jatuh benih di jalan dan burung memakannya.
    Firman itu baik, benih kasih bagimu,
    dan orang yang menolak binasa s’lamanya.
  2. Di tempat berbatu benih tak berkembang.
    Layu kekeringan, tiada akarnya.
    Firman yang ditabur di hati yang bebal,
    di dalam pencobaan tiada dayanya.
  3. Di semak berduri terhimpit tumbuhnya.
    Tak dapat berbuah, tiada gunanya.
    Firman dalam hati tak ada buahnya,
    oleh rasa kuatir dan nikmat dunia.
  4. Dan benih ditabur di tanah yang gembur,
    tumbuh dan berbunga, berganda buahnya.
    Firman yang ditabur di hati yang gembur
    pasti akan berbuah, berlimpah hasilnya.

PKJ No. 227   ANDAIKAN SURYA PAGI TERSEMBUNYI

Syair dan lagu: Pontas Purba, 1987

do = f
4 ketuk

  1. Andaikan surya pagi tersembunyi,
    enggan tampilkan sinar yang terang,
    aku bayangkan hidup menyendiri
    dan kegelapan membuat seram.
    Tapi cahaya Tuhan menyinari
    sampai ke hati, sampai ke hati,
    akan tepiskan tirai halang pandang,
    terlihat surya yang cemerlang.
  2. Tak kuabaikan hidup duniawi,
    karena itu pun anugerah,
    ingin sekali hidup tent’ram damai,
    serta nikmati ciptaan megah.
    Tetapi puncak dambaan sejati;
    rumahMu menanti, rumahMu menanti.
    Akan kuraih mahkota yang abadi,
    hidup di sorga, sorga tenang.

PKJ No. 228   BAPA SORGAWI

Syair: H. A. Pandopo, 1997,
Lagu: Theophil Rothenberg,
(c) Moseler – Verlag, Wolfenbuttel/Zurich

do = bes
4 ketuk

Bapa sorgawi, bagiMulah
segala pujian dunia!
Jadikan kami saluran kasih
bagi sesama manusia!
Haleluya, Haleluya!
Engkau Bapa kami kekal selamanya!

PKJ No. 229   BERBAHAGIALAH ORANG-ORANG

Syair: N. R. Artana, berdasarkan Lukas 11:28,
Lagu: Gung Tika, 1999

do = f
2 ketuk

  1. Berbahagialah orang-orang
    yang mendengarkan firmanNya.
    Haleluya, Haleluya!
    O, berbahagialah!
  2. Berbahagialah orang-orang
    yang pelihara firmanNya.
    Haleluya, Haleluya!
    O, berbahagialah!

PKJ No. 230   BERKILAT HALILINTAR

Syair dan lagu: I’ve Seen The Lightning Flashing / No Never Alone, Anonim,
Terjemahan: Yamuger, 1999

do = c
6 ketuk (2 x 3)

  1. Berkilat halilintar dan guntur menderu,
    begitu kuasa dosa mengancam jiwaku.
    Suara Jurus’lamat menopang juangku
    dan Dia pun berjanji tak meninggalkanku.
  2. Refrein:
    Ya, tidak pernah, ya, tidak pernah,
    tak akan ‘ku ditinggalkan,
    begitu janjiNya!
    Ya, tidak pernah, ya, tidak pernah,
    tak akan ‘ku ditinggalkan,
    begitu janjiNya.

  3. Dunia menggelora dan dosa menderu,
    tetapi Jurus’lamat memb’rikan damaiNya.
    Dilindungi diriku di mara apapun,
    tetap ‘ku dibimbingNya, di jalan hidupku.
  4. Di jalan yang berliku tak akan ‘ku sesat;
    ditolongNya kupikul salibku yang berat.
    Oleh gelap sekitar tak nampak jalanku;
    Tuhanku membisikkan janjiNya yang teguh.
  5. Dosaku ditebusNya di bukit Golgota;
    darahNya menyucikan diriku yang cemar;
    di takhta mahamulia ‘ku dinantikanNya,
    dan Dia pun berjanji dekatku s’lamanya.

PKJ No. 231  DI DALAM SUKA, DI DALAM DUKA

Syair dan lagu: Mercy Tampubolon – Tobing

do = c
4 ketuk

  1. Di dalam suka, di dalam duka,
    Yesus temanku, Penghiburku.
    Hatiku rindu datang padaNya,
    mengharap kasih dan sayangNya.
  2. Refrein:
    Bersama Yesus ‘ku tak ‘kan bimbang,
    walaupun badai menerpaku.
    Aku percaya ‘kan bimbinganNya.
    Hidupku damai bersamaNya.

  3. Tiada yang dapat memimpin aku,
    hanyalah Yesus, Penuntunku.
    Aku memohon kesediaanNya
    tinggal sertaku selamaNya.

PKJ No. 232  DI KALA HIDUPKU TENT’RAM

Syair: When Peace Like a River / It is Well, H. G. Spafford, 1873,
Terjemahan: E. L. Pohan Shn., 1966, dengan perubahan dan tambahan bait 4 oleh Yamuger, 1998,
Lagu: Philip P. Bliss, 1876

do = c
4 ketuk

  1. Di kala hidupku tent’ram dan senang
    dan walau derita penuh,
    Engkau mengajarku bersaksi tegas:
    “S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku!”
  2. Refrein:
    S’lamatlah jiwaku,
    s’lamatlah, s’lamatlah jiwaku.

  3. Kendati derita terus menekan
    dan Iblis geram menyerbu;
    Tuhan menebusku dengan darahNya:
    S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku!
  4. Betapa bahagia, betapa senang:
    lenyap segenap dosaku,
    dipaku disalib, jeratku lepas:
    S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku!
  5. Sang Kristuslah Hidup dan Jaminanku
    sekalipun maut kutempuh.
    Baik hidup, baik mati, ‘ku yakin tetap:
    S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku!
  6. Ya Tuhan, singkapkanlah kabut pekat;
    jemputlah seg’ra umatMu.
    Pabila serunai berbunyi gegap;
    kuseru: “S’lamatlah jiwaku.”

PKJ No. 233  IMANUEL IMANUEL

Syair dan lagu: Emmanuel, Emmanuel, berdasarkan Yesaya 7:14, Matius 1:23,
Terjemahan: Yamuger, 1998

do = c
4 ketuk

Imanuel, Imanuel, namaNya Imanuel.
Allah serta kita, namaNya Imanuel.

PKJ No. 234  JANGAN KUATIR ‘KAN HARI ESOK

Syair dan lagu: Jerry Silangit, 1998, berdasarkan Matius 6:25-34

do = es
3 ketuk

Jangan kuatir ‘kan hari esok,
bimbang dan ragu di hidupmu;
bertekunlah dalam pengharapan,
Allah menjamin hidupmu.
Pandanglah burung yang tak menuai,
oleh Bapamu dib’ri kenyang
dan lihat bakung yang tumbuh indah.
Dib’rikan Tuhan warna megah.
KerajaanNya cari dahulu,
kebenaranNya pun carilah.
Maka semua ‘kan ditambahkan,
‘kan ditambahkan padamu.

PKJ No. 235  JANGAN TAKUT

Syair dan lagu: Martin R. Nadapdap & Arnoldus Isaak Apituley, 1999, berdasarkan Yesaya 41:9, 10

do = bes
4 ketuk

  1. Janganlah takut,
    kar’na Aku sertamu;
    janganlah bimbang,
    kar’na Aku Allahmu;
    Aku meneguhkan,
    bahkan ‘Ku menolongmu,
    Aku memegangmu,
    dengan tangan kananKu
    yang membawa kemenangan,
    yang membawa kemenangan.
  2. Kau t’lah Kuambil
    dari ujung dunia,
    kau yang Kupanggil
    di penjuru dunia.
    UcapKu padamu:
    hanya engkau hambaKu.
    Aku memilihmu,
    Aku tak menolakmu
    dan membawa kemenangan,
    dan membawa kemenangan.