DUKUN ATAU ALAT TUHAN


KESEMBUHAN merupakan anugerah terbesar yang dinanti-nantikan setiap orang sakit. Kehadiran Pieter Aihua dengan memberikan pengobatan gratis, melalui jamahan tangannya “tangan yang diberi cahaya kuasa ilahi”. Apakah Pieter, benar-benar alat Tuhan untuk dapat menyembuhkan orang sakit? Atau tidak berbeda dengan Mohammad Ponari, sang dukun tiban cilik berusia 10 tahun asal Dsn. Kedungsari, Ds. Balongsari, Kec. Megaluh, Jombang itu?

KOTA Ambon digegerkan oleh kabar kesembuhan di daerah Toisapu. Pieter Aihua, pria berusia 35 tahun ini, menjadi alat kesembuhan bagi ribuan orang sejak 13 Mei 2010 lalu. Menurut kesaksian: “Pieter menerima hal khusus. Ada cahaya yang masuk ke tangannya, ketika Pieter tertidur, menanti waktu untuk operasi usus buntu, di salah satu rumah sakit di Ambon.

Kejadian ini dilihat langsung oleh sesama pasien yang ada di ruang RS tersebut. Tangan Pieter langsung diangkatnya, dan diletakkan pada tubuhnya yang sakit, dan benar-benar kesembuhan terjadi. Akhirnya, Pieter pun mengalami kesembuhan, dan menyembuhkan semua orang yang ada di ruang RS itu, dengan jamahan tangannya”.

Sejak peristiwa tersebut, Toisapu setiap harinya dikunjungi oleh ribuan orang yang ingin mendapat kesembuhan. Mereka yang datang, tidak hanya berasal dari Ambon, tapi dari daerah-daerah lain, bahkan dari luar negeri. Tidak hanya orang yang beragama Kristen, namun dari berbagai agama, dengan berbagai jenis penyakit. Ada yang dibawa dengan tandu, lengkap dengan infus, bahkan, ratusan mobil yang antri memadati jalan mulai dari Batugong hingga Toisapu.

Penyembuhan ini benar-benar gratis, tidak dipungut biaya apa pun. Prosedur penyembuhan adalah: pujian awal bersama dari Kidung Jemaat, selanjutnya mengambil nomor antrian. Jika nomornya dipanggil, maka langsung masuk ke rumah Pieter. “Kamu yakin mau sembuh?” inilah pertanyaan awal Pieter kepada pasien yang datang. “Apa yang sakit?,” lanjut Pieter diikuti doa pribadinya. Setelah itu Pieter mulai menjamah bagian yang sakit. “Orang buta dapat melihat, orang lumpuh berjalan. Kejadian ini benar-benar terjadi,” ungkap orang-orang yang ada di lokasi.