Redenominasi Rupiah ?


 

RUPIAH

 

Redenominasi atau penyerderhanaan rupiah hanya sebagai simbol bahwa ekonomi Indonesia sudah pulih. Redenominasi rupiah juga untuk memberi kesan rupiah bisa lebih ‘gagah’ nominalnya dengan mata uang asing.Ini hanya politik dari 9000 (kurs dolar) menjadi 9 (rupiah), biar gagah lah kelihatannya kalau satu dolar,” ujar Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Anwar Nasution saat ditemui di kantor kementerian perdagangan, Jakarta, Rabu (4/8/2010).

Anwar menambahkan, redenominasi uang rupiah sebagai simbol untuk menggambarkan perekonomian Indonesia yang sempat kena dampak krisis beberapa waktu lalu sudah lewat dan siap menyongsong masa depan.

“Sudah tujuh tahun kita selesai program IMF, sejak tujuh tahun. Laju inflasi tetap satu digit sudah bagus. Maka memberikan perlambang bahwa ekonomi sudah tak krisis bahwa kita serius mempertahankan,” jelas Anwar. 

Terkait sanering yang pernah terjadi di masa lalu, Anwar mengatakan hal itu sekarang sangat jauh berbeda dengan redenominasi. Menurut Anwar, sanering dilakukan karena krisis ekonomi, sementara redenominasi untuk menggambarkan bahwa krisis itu sudah lewat.

“Redenominasi bahasa Inggris senering bahasa Belanda sama saja. Kalau selalu dikatakan oleh BI berbeda, tapi tak dijelaskan apa bedanya. Kamu tanya dong, jangan tanya sama saya, satu bahasa Belanda satu bahasa Inggris,” katanya.

Meski ia mengakui dampak dari redenominasi jika ada masalah pada perubahan harga relatif, khususnya bagi orang-orang miskin akan terasa, karena orang miskin memegang kekayaannya melalui uang tunai.

“Kalau orang kaya bisa lewat emas, kalau tukang ojek bagaimana bisa dia beli emas. Beli dolar mana tahu tukang ojek beli dolar,” katanya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia kini sedang menggodok redenominasi atau penyederhanaan rupiah tanpa mengurangi nilainya. Misalnya adalah uang Rp 1.000.000 nantinya menjadi Rp 1.000 namun nilainya tidak berkurang. Redenominasi ini berbeda dengan sanering yang merupakan perubahan nominal namun ada perubahan nilainya.

BI memperkirakan proses redenominasi akan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Tahapan pertama yang dilakukan bank sentral yakni sosialisasi yang dimulai dari tahun 2011 dan tuntas pada di 2022 … hmm semoga aja.